DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Rabu, 28 Januari 2026 -
Merahputih.com - Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Irma Suryani, menyoroti fenomena tingginya minat masyarakat Indonesia berobat ke Penang, Malaysia. Tantangan ini menjadi alarm keras bagi industri kesehatan domestik, khususnya di Sumatera Utara, untuk segera membenahi sistem pelayanan agar mampu bersaing dengan negara tetangga.
Fenomena eksodus pasien ke Penang dipicu oleh kombinasi pelayanan yang efisien, biaya terjangkau, serta teknologi medis modern. Irma membandingkan proses pendaftaran dan konsultasi di Malaysia yang cenderung lebih cepat dan terstruktur dibandingkan antrean panjang yang masih sering terjadi di rumah sakit Indonesia.
Baca juga:
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
"Saya mendorong Rumah Sakit Murni Teguh Medan ini mampu berkembang dengan pelayanan yang ramah, peralatan medis modern, dan dokter-dokter spesialisnya berpengalaman internasional. Ini untuk meningkatkan daya saing terhadap dominasi layanan kesehatan di negara tetangga kita," tegas Irma Suryani dalam keterangannya, Rabu (28/1).
Menurut legislator dari Fraksi NasDem tersebut, kendala utama di Indonesia bukan pada kualitas dokter, melainkan pada ekosistem layanan yang mencakup transparansi biaya dan efisiensi birokrasi. Ia menekankan pentingnya aspek hospitality agar pasien merasa nyaman dan didukung secara emosional selama masa penyembuhan.
Baca juga:
Indonesia Masters 2026: Ganda Campuran Indonesia Adnan/Indah Singkirkan Ganda Malaysia
Harapan Dukungan Kebijakan Pemerintah
Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Direktur Pelayanan Medis Murni Teguh Memorial Hospital, Bangbang Buhari, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi SDM dan pelatihan rutin untuk meningkatkan kompetensi. Namun, ia juga menitipkan pesan penting kepada pemerintah terkait beban biaya operasional alat medis di Indonesia.
"Terkait Wisata Medis, kami butuh dukungan pemerintah dan mohon kebijakan tidak dikenakan pajak barang mewah untuk peralatan kesehatan dan medis," ujar Bangbang Buhari.
Pihak manajemen rumah sakit menyatakan siap melakukan pembaruan sistem informasi dan metode pengobatan secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan demi menjawab tuntutan masyarakat akan layanan kesehatan berkualitas yang selama ini mereka cari hingga ke luar negeri.