MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali pecahnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran setelah beberapa pekan gencatan senjata.
Menurut Dave, eskalasi konflik di Timur Tengah menunjukkan bahwa stabilitas kawasan masih sangat rapuh dan dapat berdampak terhadap keamanan global, termasuk kepentingan Indonesia.
DPR Soroti Ketegangan di Selat Hormuz
“Perkembangan terbaru di Timur Tengah, khususnya pecahnya kembali konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran setelah masa gencatan senjata, menegaskan betapa rapuhnya stabilitas kawasan tersebut,” ujar Dave dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (29/5).
Politikus Partai Golkar itu juga menyoroti meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Baca juga:
Di Tengah Proses Negosiasi, Militer AS Hancurkan 2 Kapal Garda Revolusi di Pelabuhan Iran
Menurut dia, konflik dan aksi saling serang di kawasan tersebut berpotensi mengganggu perdagangan internasional serta memengaruhi pasokan energi global yang pada akhirnya turut berdampak terhadap Indonesia.
“Saling balas serangan, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz, jelas menimbulkan dampak serius bagi keamanan global dan kelancaran perdagangan internasional, yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kepentingan Indonesia,” kata Dave.
Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Antisipatif
Dave meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipatif secara komprehensif, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional dan melindungi warga negara Indonesia (WNI) di kawasan konflik.
Selain itu, Dave menegaskan pentingnya menjaga jalur perdagangan internasional agar tidak terganggu akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif yang komprehensif, mulai dari perlindungan warga negara Indonesia di kawasan, pengamanan aset nasional, hingga penguatan kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan jalur perdagangan,
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.
Dave juga menilai Indonesia perlu terus mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dengan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Menurut dia, Indonesia memiliki rekam jejak sebagai negara yang mampu berperan sebagai jembatan dialog dalam berbagai konflik internasional.
“Diplomasi yang intensif, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, menjadi kunci untuk meredakan eskalasi dan mencegah meluasnya konflik,” katanya.
Baca juga:
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Diketahui, militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan di Iran pada Kamis pagi.
Serangan itu disebut menyasar lokasi di sekitar Selat Hormuz yang dianggap menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas komersial.
Sebagai respons, militer Iran dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dengan aparat keamanan setempat. (Pon)