Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR Desak Pemerintah Tanggap Antisipasi Penyebaran Mutasi COVID-19

Zulfikar Sy - Kamis, 04 Maret 2021

MerahPutih.com - Pemerintah resmi mengonfirmasi dua kasus mutasi COVID-19 dengan kode B117 asal Inggris yang ditemukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kasus ini menjadi yang pertama sejak varian tersebut mewabah di Inggris pada September 2020 lalu.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mendesak pemerintah untuk segera mengantisipasi penyebaran mutasi virus tersebut.

“Varian baru ini disebut lebih cepat menular, sehingga respons sigap melalui pengetesan dan
pelacakan perlu segera dilakukan secara masif guna mencegah angka penularan," kata Puteri dalam keterangannya, Kamis (4/3).

Baca Juga:

Anies Klaim tidak Pernah Tutupi Data COVID-19

Apalagi, kata legislator asal Dapil Karawang ini, sebelumnya Kabupaten Karawang sempat menjadi zona merah di awal tahun ini karena klaster penularan di kawasan industri.

"Ancaman inilah yang harus diwaspadai dan memerlukan sinergi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Puteri menambahkan bahwa kecepatan penanganan varian baru virus ini juga dapat berpengaruh
terhadap peran strategis dan kontribusi Kabupaten Karawang dalam mengangkat perekonomian
Jawa Barat dan nasional.

Pasalnya, Karawang memiliki keunggulan kompetitif sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia yang turut menjadi kontributor utama ekonomi Jawa Barat. Provinsi ini juga menopang hampir 15 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional.

"Oleh karenanya, keberhasilan penanganan penyebaran mutasi virus di Kabupaten
Karawang tentunya akan berdampak pula pada laju perekonomian daerah dan nasional,” tegas
Puteri.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/geralt)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay/geralt)


Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini juga meminta pemerintah untuk segera
mengembangkan penelitian secara mendalam terhadap perkembangan, risiko, dan bahaya dari
varian baru virus ini.

Baik dengan belajar dari pengalaman Inggris maupun negara lain yang juga menerima sebaran mutasi virus, serta dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi maupun lembaga penelitian di Indonesia.

“Tujuannya supaya kita bisa mengetahui metode apa yang paling efektif dan dibutuhkan untuk
mencegah eskalasi penularan varian baru virus ini. Terutama, sejauh mana efektivitas vaksin saat ini dapat melindungi diri dari mutasi virus tersebut,” ungkap Puteri.

Baca Juga:

Unpad Masih Buka Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Rekombinan COVID-19 Anhui

Anak mantan Ketua DPR Ade Komarudin ini pun meminta masyarakat di daerah pemilihannya untuk tetap tenang dalam menghadapi tantangan varian baru COVID-19 ini.

“Waspada dan hati-hati memang wajib, tetapi masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir
berlebih. Saat ini program vaksinasi COVID-19 sedang berjalan. Selain itu, kita tetap harus disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat," tutup Puteri. (Pon)

Baca Juga:

Satu Tahun COVID-19, Kendalikan Krisis Ekonomi Akibat Pandemi

Baca Artikel Asli