Merahputih.com - Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo memastikan bahwa pendidikan menjadi sektor terakhir yang dibuka.
“Adapun pendidikan karena risikonya tinggi adalah bagian terakhir,” ujarnya saat memberikan penjelasan penanganan COVID-19 di hadapan Presiden Joko Widodo di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (10/6).
Baca Juga:
Dapat Perintah Salurkan APD Bantuan dari Puan, Gibran: Semoga Ini Sinyal Baik Pilkada
Doni memastikan bahwa langkah yang diambil Gugus Tugas dilakukan secara hati-hati. Dia menambahkan bahwa penanganan kesehatan dan ekonomi dilakukan secara pararel.
“Nah langkah-langkah ini lah yang kami lakukan secara paralel. Karena apa? karena ternyata jumlah masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga semakin banyak Bapak Presiden. Jadi kami mencoba untuk merangkum, merumuskan sebuah program sehingga paralel agar tidak terpapar COVID-19 tetapi juga tidak terkapar PHK,” paparnya.
Sementara, untuk sektor lain yang berhubungan dengan perekonomian sudah mulai dibuka. Namun, tetap ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi, misalnya soal protokol kesehatan.
"Ini sudah kita lakukan mulai dari daerah yang tidak ada kasus, 9 sektor di bidang ekonomi yang risikonya rendah, daerah yang risikonya rendah warna kuning," ujarnya.
Doni menegaskan, perlu ada langkah dan pertimbangan khusus dalam menangani wabah ini. Termasuk dengan memberikan pertimbangan kepada pemerintah daerah yang hendak membuka kembali sejumlah sektor di masyarakat.
Baca Juga:
Survei Komnas HAM Ungkap Belum Semua Orang Beribadah di Rumah Saat Corona
"Karena itu tahapan-tahapan ini harus dilakukan secara hati-hati. Langkah-langkah ini kita lakukan paralel, karena ternyata jumlah masyarakat yang kehilangan pekerjaan juga semakin banyak," ungkap Doni.
"Kita merangkum, merumuskan program sehingga paralel agar tidak terpapar COVID-19 dan tidak terpapar PHK," pungkasnya. (Knu)