Merahputih.com - Dentuman senyap dari puncak tertinggi Pulau Jawa menandai mulainya erupsi Gunung Semeru. Kolom abu kelabu tebal mendadak membubung tinggi, mencoreng langit biru, menyebarkan aroma belerang ke arah utara, serta memaksa alam kembali menunjukkan kekuasaannya.
Baca juga:
Jalur Semeru Mau Ditutup, Tapi Bukan karena Erupsi Awan Panas 4 KM Sore Tadi
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, membenarkan terjadinya erupsi Gunung Semeru. Semburan abu vulkanik keluar dari kawah aktif teramati sangat jelas oleh petugas lapangan.
Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),
Yadi Yuliandi.
Data Teknis dan Zona Larangan Sektoral
Catatan seismograf menunjukkan aktivitas kegempaan berintensitas tinggi selama beberapa menit.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas gunung berapi ini berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG sendiri mengeluarkan peta rekomendasi ketat guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat material vulkanik.

Rincian data teknis serta pembatasan aktivitas sekitar kawasan rawan bencana:
-
Waktu Kejadian: Senin pagi, pukul 05.13 WIB.
-
Durasi Erupsi: Terekam pada seismograf selama 167 detik.
-
Amplitudo Maksimum: Mencapai angka 22 mm.
-
Arah Sebaran Abu: Intensitas tebal mengarah ke sektor utara.
-
Larangan Sektoral Utama: Sterilisasi total sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.
-
Larangan Sempadan Sungai: Jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
-
Radius Bahaya Mutlak: Jarak 5 kilometer dari kawah aktif rawan lontaran batu pijar.
-
Sungai Berpotensi Aliran Lahar: Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, beserta seluruh anak sungai kecil.
Ancaman Mematikan Letupan Sekunder
Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat mengingatkan masyarakat, terutama para pekerja tambang galian golongan C. Bahaya nyata saat ini bukan sekadar guguran awan panas, melainkan ancaman tersembunyi berupa akumulasi material endapan sisa erupsi terdahulu.
Bupati Lumajang Indah Amperawati turun tangan memberikan peringatan keras kepada warga sekitar bantaran sungai. Endapan pasir bervolume besar berpotensi menyimpan suhu ekstrem hingga ratusan derajat Celsius dalam jangka waktu lama.
Baca juga:
Gunung Semeru 4 Kali Erupsi Memasuki Siang Hari, Tinggi Letusan Terus Meningkat hingga 1 Km
"Jangan pernah menganggap timbunan material di kawasan Semeru sepenuhnya aman. Material itu bisa saja masih panas dan dalam kondisi tertentu menimbulkan bahaya bagi masyarakat, khususnya penambang," tutur Indah Amperawati.
Risiko kecelakaan kerja maupun bencana sekunder dapat melonjak berkali-kali lipat ketika curah hujan tinggi mengguyur wilayah hulu. Air hujan memicu kontak termal langsung dengan material panas, menimbulkan letupan sekunder berbahaya, serta menggerakkan lahar dingin ke arah hilir. Warga diimbau terus memperbarui informasi resmi dari pos pengamatan guna mengantisipasi eskalasi aktivitas vulkanik susulan.