MerahPutih.com - Aktivitas vulkanik di Indonesia Timur meningkat tajam pada Jumat (12/6) pagi. Tiga gunung api aktif Gunung Dukono dan Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, meletus hampir bersamaan.
Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan ketiganya melontarkan kolom abu setinggi 400–500 meter di atas puncak kawah.
Baca juga:
Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Berhasil Ditemukan, Operasi Pencarian Ditutup
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan erupsi pertama terjadi di Gunung Dukono, Halmahera Utara, pukul 06.15 WIT.
Disusul Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur pukul 07.04 WITA, dan terakhir Gunung Ibu di Halmahera Barat pukul 07.45 WIT.
Proses erupsi Gunung Dukono masih terus berlangsung dengan kolom abu putih hingga kelabu tebal setinggi 500 meter,
kata Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria.
Status Siaga di Lewotobi, Waspada di Dukono dan Ibu
Gunung Lewotobi Laki-laki kini berstatus Level III (Siaga), sementara Gunung Dukono dan Gunung Ibu berada pada Level II (Waspada).
Erupsi Lewotobi tercatat dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter selama 46 detik, sedangkan Gunung Ibu mencatat amplitudo 28 milimeter dengan durasi dentuman 45 detik.
Baca juga:
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik
Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk mematuhi radius aman. Warga dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah Lewotobi, serta 2–4 km dari kawah Dukono dan Ibu.
“Masyarakat di kaki Gunung Lewotobi, terutama Dulipali, Klatanlo, hingga Hokeng Jaya, perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat hujan lebat,” tambah Lana.
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan Gunung Ibu diminta menyiapkan pelindung mata dan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik. Dilansir Antara, abu yang terbawa angin ke arah barat dan barat laut berpotensi mengganggu aktivitas warga, termasuk penerbangan lokal. (*)