Ratusan Gempa Landa Gunung Soputan, Dilarang Berada di Radius 1,5 kilometer

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Ratusan Gempa Landa Gunung Soputan, Dilarang Berada di Radius 1,5 kilometer

Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. ANTARA/Karel A Polakitan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aktivitas kegempaan di Gunung Soputan, Sulawesi Utara, meningkat signifikan dalam dua pekan terakhir.

Baca juga:

Masih Berpotensi Erupsi, Gunung Soputan Berstatus Waspada

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ratusan gempa, sehingga masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta menjauhi radius 1,5 kilometer dari puncak.

Berdasarkan hasil analisis hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini,

Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria.

Data Kegempaan dan Potensi Bahaya

Dalam periode 16–31 Mei 2026, seismograf merekam 11 kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, serta 104 kali gempa tektonik jauh.

Meski aktivitas tektonik relatif tinggi, belum ada indikasi migrasi magma ke permukaan. Secara visual, tidak teramati adanya guguran, sementara asap kawah hanya mencapai ketinggian maksimum 30 meter dari puncak.

Namun, Badan Geologi tetap mengingatkan potensi bahaya berupa lontaran material, aliran lava, maupun guguran piroklastik.

Baca juga:

3 Gunung Api di Indonesia Timur Meletus Hampir Bersamaan, Abunya Berpotensi Ganggu Penerbangan

Antisipasi Masyarakat

Badan Geologi mengimbau warga sekitar untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut sebagai langkah antisipasi hujan abu. Pendaki dan wisatawan juga diminta menunda aktivitas hingga kondisi lebih aman.

“Jika terjadi erupsi, bahaya sekunder berupa lahar dapat mengancam sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Soputan,” tandas Lana, dikutip dari Antara, Sabtu (13/6).

Gunung Soputan, yang dikenal aktif, beberapa kali mengalami erupsi besar dalam dua dekade terakhir. Dengan kondisi kegempaan yang masih tinggi, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir risiko bencana. (*)

#Badan Geologi #Gunung Soputan #Gunung Berapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Indonesia
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Suhu dan konsentrasi gas yang sangat tinggi tersebut dinilai juga mampu membakar material belerang yang menempel di sekitar dinding kawah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Penasaran dengan fenomena munculnya dua pulau baru Anak Krakatau di Selat Sunda pasca erupsi beruntun? Cek fakta dan penjelasan resmi dari Badan Geologi di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Dua Pulau Baru Anak Krakatau Mendadak Muncul Pasca Erupsi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Indonesia
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Gunung Semeru kembali erupsi sejak Selasa, 15 September dini hari.
Frengky Aruan - Selasa, 15 September 2026
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Indonesia
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG untuk memperkuat koordinasi serta efisiensi penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Gunung Anak Krakatau mencatat 23 kali gempa hybrid dalam periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Gunung Anak Krakatau 23 Kali Gempa Hybrid, Catat Rekor Tertinggi
Indonesia
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Badan Geologi menyatakan potensi letusan susulan Anak Krakatau masih cukup tinggi.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Bahaya Lontaran Batu Pijar dan Hujan Abu Anak Krakatau Masih Mengintai
Bagikan