Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Status Waspada, Warga Diminta Menjauh

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Status Waspada, Warga Diminta Menjauh

Gunung Lli Lewotolok kembali erupsi. (foto: unsplash)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pagi.

Aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih menunjukkan dinamika berupa letusan, embusan abu, serta pergerakan lava di sejumlah sektor.

Baca juga:

Gunung Semeru Erupsi Minggu Pagi, Kolom Letusan 1.000 Meter, Jalur Pendakian Ditutup

Berdasarkan laporan terbaru Badan Geologi, erupsi terjadi pada pukul 06.41 WITA. Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 1.800 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu yang keluar dari kawah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat. Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 40 detik.

Hari Ketiga Erupsi

Aktivitas erupsi juga terjadi sehari sebelumnya. Pada Sabtu (5/9), Gunung Ili Lewotolok tercatat mengalami dua kali letusan pada pagi hari. Erupsi pertama terjadi pukul 06.51 WITA dengan kolom abu sekitar 300 sampai 500 meter di atas puncak.

Kedua erupsi tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah barat. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi masing-masing sekitar 54 dan 55 detik.

Baca juga:

Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada

Sehari sebelumnya, yakni Jumat (4/9), aktivitas Gunung Ili Lewotolok juga terbilang tinggi. Dalam periode 00.00-24.00 WITA, tercatat sebanyak 378 kali letusan dengan tinggi kolom abu berkisar 200 hingga 600 meter.

Selain letusan, pemantauan pada Jumat menunjukkan adanya 37 kali embusan, 32 kali tremor nonharmonik, tiga kali tremor harmonik, serta dua kali gempa tektonik jauh. Guguran juga teramati dengan jarak luncur mencapai sekitar 700 meter ke arah tenggara.

Status Waspada

Aktivitas gunung api tersebut juga disertai perubahan pada aliran lava. Badan Geologi mencatat adanya aliran lava baru di sektor timur laut dengan jarak sekitar 500 meter dari bibir kawah. Aliran tersebut berada di atas endapan lava lama.

Selain itu, endapan lava masih teramati di sektor timur laut dengan jarak sekitar 1.100 meter dari bibir kawah serta di sektor selatan-tenggara dengan jarak sekitar 1.800 meter dari bibir kawah.

Baca juga:

4 Cara Aman Hadapi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Jangan Disepelekan

Gunung Ili Lewotolok sendiri memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut. Dalam laporan terbaru, status aktivitasnya berada pada Level II atau Waspada.

Masyarakat di sekitar gunung, termasuk pendaki dan wisatawan, diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas.

Larangan tersebut diperluas hingga radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara karena wilayah tersebut memiliki potensi bahaya yang perlu diwaspadai.

Masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya guguran atau longsoran lava serta awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut Gunung Ili Lewotolok. (Far)

#Gunung Ili Lewotolok #Erupsi #Gunung Berapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu erupsi lagi pada pukul 20:08 WIB dengan tinggi letusan semakin tinggi dibandingkan
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Malam Ini Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan Hingga 1 kilometer
Indonesia
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Gunung Anak Krakatau erupsi 31 kali pada 5-9 Oktober 2026, dengan 26 letusan dalam sehari. Status masih Siaga, radius 5 km wajib dihindari.
Frengky Aruan - Senin, 12 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Aktif Pekan Lalu, Terjadi 26 Letusan dalam Sehari! Simak Peringatan PVMBG
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Indonesia
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Suhu dan konsentrasi gas yang sangat tinggi tersebut dinilai juga mampu membakar material belerang yang menempel di sekitar dinding kawah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Suhu Tinggi Konsentrasi Di Atas Ambang Batas Normal Munculkan Blue Fire Papandayan
Indonesia
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Badan Geologi mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Papandayan saat ini masih dipertahankan pada Level I (Normal).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Ada Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan, Badan Geologi Ingatkan Ancaman Bahaya
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Indonesia
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Gunung Semeru kembali erupsi sejak Selasa, 15 September dini hari.
Frengky Aruan - Selasa, 15 September 2026
Erupsi Gunung Semeru pada Selasa Dini Hari Disertai Suara Gemuruh yang Kuat
Indonesia
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Saat ini aktivitas vulkanis Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Senin (14/9) Pagi, Letusan Sampai 1 Km
Indonesia
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Indonesia
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
AirNav Indonesia menutup Bandara Wunopito, Lewoleba, NTT, 8–9 September 2026 akibat abu vulkanik erupsi Gunung Lewotolok. Kolom abu mencapai 800 meter
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Abu Erupsi Lewotolok Lumpuhkan Bandara Wunopito, Penerbangan Ditutup Mulai Hari Ini
Bagikan