MerahPutih.com - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang patut diwaspadai.
Dua kali erupsi dalam kurun waktu kurang dari satu jam pada Senin (7/9) pagi membuat langit kawasan sekitar dipenuhi abu kelabu pekat, disertai dentuman yang terdengar hingga pemukiman warga.
Baca juga:
Gunung Ile Lewotolok Masih Lontarkan Lava Pijar, Masyarakat Diminta Waspada
Dua Erupsi Pagi Ini
Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan erupsi pertama terjadi pukul 05.41 WITA dengan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut.
Letusan pertama disertai suara dentuman dengan intensitas sedang,
ungkap Stanislaus.
Erupsi kedua menyusul pukul 06.15 WITA dengan kolom abu setinggi 600 meter, berwarna kelabu pekat dan condong ke arah barat daya.
Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar satu menit enam detik. Letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah.
Baca juga:
Status Waspada & Imbauan Keselamatan
Pemantauan juga menyoroti potensi bahaya guguran lava, longsoran, dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.
Saat ini, status aktivitas Gunung Ile Lewotolok berada pada Level II (Waspada). Masyarakat, pendaki, dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi, serta menghindari sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer.
BMKG dan PVMBG mengimbau masyarakat menggunakan masker, melindungi mata dan kulit, serta menutup penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Kronologi Erupsi Gunung Ile Lewotolok 7 September 2026
| Waktu | Tinggi Kolom Abu | Warna & Arah | Amplitudo | Durasi | Catatan |
|---|---|---|---|---|---|
| 05.41 WITA | 600 m | Kelabu tebal, tenggara–barat daya | 40 mm | 42 detik | Dentuman sedang |
| 06.15 WITA | 600 m | Kelabu tebal, barat daya | 40 mm | 1 menit 6 detik | Dentuman lemah |