Merahputih.com - Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali diperpanjang pada Minggu (6/9).
Operasional penerbangan di bandara tersebut kini dihentikan hingga pukul 13.30 WIB akibat indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Baca juga:
Sebelumnya, penutupan Bandara Soetta telah diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB. Namun, hasil pemeriksaan menggunakan paper test kembali menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.
Untuk Menjaga Keselamatan Penerbangan
Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan memutuskan memperpanjang penghentian sementara operasional demi menjaga keselamatan penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengumumkan perpanjangan tersebut melalui kanal resminya pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca juga:
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Dalam pengumuman itu disebutkan penutupan Bandara Soetta berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan berlaku berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) hingga pukul 13.30 waktu setempat.
209 Penerbangan Terdampak
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional Bandara Soetta cukup besar.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, sebanyak 209 penerbangan terdampak akibat penutupan sementara bandara.
Hingga periode penutupan pukul 09.30 WIB, kondisi tersebut turut berdampak pada 22.798 penumpang.
Baca juga:
Bandara Soekarno-Hatta Tutup hingga 09.30 WIB, 22.798 Penumpang Terdampak
Penutupan bandara membuat calon penumpang perlu menyesuaikan kembali rencana perjalanan. Perubahan jadwal hingga pembatalan penerbangan berpotensi terjadi selama kondisi abu vulkanik masih mengganggu aspek keselamatan penerbangan.
Dengan diperpanjangnya penutupan hingga 13.30 WIB, status operasional Bandara Soekarno-Hatta masih bergantung pada hasil pemantauan sebaran abu vulkanik serta kondisi keselamatan penerbangan.