Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Dampaknya bagi Kesehatan dan Cara Melindungi Diri

Ilustrasi - Warga melintas memakai masker. ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda semakin meluas. Kondisi ini membuat masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, terlebih jika paparan berlangsung dalam waktu lama.

Abu vulkanik adalah campuran dari mineral, bebatuan dan partikel kaca yang keluar waktu letusan gunung berapi,

kata Tjandra kepada ANTARA, Minggu (6/9).

Menurut Tjandra, abu yang masuk ke saluran pernapasan dapat memicu batuk dan iritasi tenggorokan. Paparan juga berisiko menyebabkan gangguan seperti bronkitis serta memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit paru kronis, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Bisa Ganggu Mata, Kulit, hingga Pencernaan

Dampak abu vulkanik tidak hanya mengancam saluran pernapasan. Tjandra mengatakan partikel abu juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.

Jika abu mencemari sumber air atau makanan, masyarakat juga berisiko mengalami gangguan pada saluran pencernaan.

Dalam kondisi ekstrem, terutama ketika seseorang menghirup abu dalam jumlah sangat banyak dan berada dekat dengan sumber letusan, paparan tersebut dapat menyebabkan asfiksia atau kondisi kekurangan oksigen yang dapat terasa seperti tercekik.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak sebaiknya tidak menganggap remeh keberadaan abu vulkanik, meski lapisannya terlihat tipis.

Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas di Luar Rumah

Tjandra meminta masyarakat mengikuti perkembangan erupsi melalui informasi resmi pemerintah dan lembaga terkait, termasuk BMKG, agar mengetahui kondisi terbaru di wilayah masing-masing.

Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi penderita penyakit paru kronis dan warga yang berada di kawasan dengan paparan abu cukup tinggi.

Kalau abu cukup banyak jumlahnya bahkan ada anjuran menggunakan kacamata pelindung dan baju tangan panjang kalau sedang di luar rumah,

ujar Tjandra.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas fisik berlebihan di luar ruangan. Bagi mereka yang terpaksa beraktivitas di luar, pakaian yang digunakan sebaiknya segera dicuci setelah tiba di rumah.

Rumah juga perlu ditutup rapat untuk mengurangi kemungkinan abu masuk ke dalam ruangan.

Keluhan Kesehatan Jangan Diabaikan

Tjandra menilai kondisi Jakarta dan sekitarnya pada Minggu pagi belum memerlukan langkah ekstrem. Namun, ia mengingatkan masyarakat tetap waspada karena kondisi sebaran abu dapat berubah mengikuti aktivitas erupsi dan arah angin.

Jika muncul keluhan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, masyarakat dianjurkan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan.

Secara umum tentu mereka yang kini ada keluhan kesehatan maka segeralah konsultasi ke fasilitas kesehatan yang ada. Juga, marilah tetap kita jaga pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap terjaga dengan baik,

ujar Tjandra.
#Gunung Anak Krakatau #Erupsi #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung hingga Terpal
Tim SAR menemukan pelampung hingga terpal saat mencari lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Jaket Pelampung hingga Terpal
Indonesia
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Memasuki Hari Keenam, SAR Fokus di Perairan Selatan GAK
Delapan kapal dikerahkan khusus untuk menyisir sektor X, perairan selatan Gunung Anak Krakatau (GAK) yakni KN SAR Tetuka, RBB Pecang, RIB 02 Basarnas Banten, RIB 02 Basarnas Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
Frengky Aruan - Minggu, 13 September 2026
Pencarian 5 Jurnalis Hilang Memasuki Hari Keenam, SAR Fokus di Perairan Selatan GAK
Indonesia
Operator Telekomunikasi Dikerahkan Cari Sinyal HP Jurnalis Hilang
Nezar menjelaskan informasi dari operator seluler mengenai aktivitas jaringan telah diteruskan kepada tim SAR untuk diproses dan menjadi salah satu bahan dalam upaya menentukan lokasi terakhir
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Operator Telekomunikasi Dikerahkan Cari Sinyal HP Jurnalis Hilang
Indonesia
Pencarian Jurnalis Hilang Difokuskan di Area Krakatau besar Krakatau Kecil
Tim SAR gabungan mengerahkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk mendukung operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pencarian Jurnalis Hilang Difokuskan di Area Krakatau besar Krakatau Kecil
Indonesia
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Karakter aktivitas Gunung Anak Krakatau juga mengalami perubahan. Setelah fase erupsi menerus berakhir, gunung api tersebut kembali menunjukkan pola erupsi Strombolian.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Status Masih Siaga, Erupsi Gunung Anak Krakatau Kembali Jadi Strombolian
Indonesia
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Memasuki hari keempat, lima jurnalis yang hilang di Selat Sunda kini masih dicari. Tim SAR memperluas area pencarian.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Masuki Hari Keempat, 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Masih dalam Pencarian
Indonesia
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Operasi melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, BPBD, Potensi SAR, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, psikologi, Tagana, Baznas, Rumah Zakat, serta unsur masyarakat dan relawan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Tim SAR Bagi Area Pencarian 5 Jurnalis Jadi Empat Sektor Utama dan Satu Sektor Khusus
Indonesia
Terhalang Zona Bahaya Anak Krakatau, Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung ‘Jemput’ Jurnalis yang Hilang
Tim SAR bersama nelayan setempat telah melakukan penyisiran di sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Terhalang Zona Bahaya Anak Krakatau, Tim SAR Cari Cara Tembus Pulau Sertung ‘Jemput’ Jurnalis yang Hilang
Indonesia
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Perubahan arah dan kecepatan angin pada lapisan atmosfer berbeda dapat mendorong abu bergerak ke barat daya.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Abu Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Samudra Hindia, ini Penjelasannya
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Bagikan