Merahputih.com - Penutupan sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali diperpanjang pada Minggu (6/9). Kali ini, penghentian operasional berlaku hingga pukul 17.30 WIB.
Keputusan tersebut diambil seiring meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan penyebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap keselamatan penerbangan.
Baca juga:
Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga 13.30 WIB
Sebelumnya, operasional Bandara Soetta telah beberapa kali diperpanjang. Penutupan yang awalnya berlaku hingga pukul 05.30 WIB kemudian diperpanjang menjadi 09.30 WIB, 13.30 WIB, dan terbaru hingga 17.30 WIB.
Sebagai langkah penanganan terhadap penumpang terdampak, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memastikan penanganan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik,
tulis pihak Bandara Soetta melalui akun Instagram.
301 Penerbangan Terdampak
Penghentian sementara operasional Bandara Soetta berdampak pada 301 jadwal penerbangan, yang terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo.
Gangguan penerbangan terjadi seiring abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah, mulai dari Lampung, Bengkulu, Banten, Jakarta, hingga Jawa Barat.
Baca juga:
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Soetta, Halim, dan Radin Inten II Ditutup
Kondisi tersebut membuat otoritas penerbangan harus melakukan penyesuaian operasional dengan mengutamakan aspek keselamatan.
Sejumlah Bandara Ikut Ditutup
Bukan hanya Bandara Soetta yang terdampak. Berdasarkan informasi Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), sejumlah bandara lain juga memperpanjang penghentian operasional hingga sore hari.
Berikut jadwal penutupan sementara sejumlah bandara:
- Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): hingga 18.00 WIB
- Bandara Radin Inten II (TKG): hingga 18.00 WIB
- Bandara Husein Sastranegara (BDO): hingga 16.00 WIB
Perpanjangan penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Penumpang yang terdampak diimbau terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengaturan ulang penerbangan.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama hingga kondisi dinyatakan aman untuk kembali beroperasi.