Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DKI, Jatim dan Jabar Laporkan Penambahan Kesembuhan Pasien Cukup Tinggi

Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Juni 2020

Merahputih.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan penambahan kasus positif terbanyak terjadi di DKI Jakarta sebanyak 163 kasus, Jawa Timur 113 kasus, Sulawesi Selatan 64 kasus, Papua 59 kasus, dan Jawa Tengah 51 kasus.

Meskipun melaporkan penambahan kasus positif tertinggi, DKI Jakarta dan Jawa Timur juga melaporkan kesembuhan pasien yang cukup banyak, yaitu masing-masing 294 orang dan 48 orang.

Baca Juga

Pemprov DKI Buka Wisata dan Tempat Hiburan Secara Bertahap

"Jawa Barat juga melaporkan penambahan kesembuhan pasien yang cukup tinggi, yaitu 99 orang, dengan penambahan kasus positif 28 kasus," ujar Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Minggu (7/6).

Sementara itu, terdapat 21 provinsi yang melaporkan penambahan kasus positif di bawah 10, dan delapan provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus positif baru.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/fernandozhiminaicela)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/fernandozhiminaicela)

Provinsi yang melaporkan tidak ada penambahan kasus positif baru adalah Aceh, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Riau, Nusa Tenggara Timur.

"Kasus meninggal dunia bertambah 50 kasus sehingga total menjadi 1.851 kasus," jelas Yurianto.

Per Minggu (7/6), kasus positif COVID-19 di seluruh Indonesia bertambah 672 dari sebelumnya menjadi 31.186 orang. Kemudian pasien sembuh bertambah 591 dari hari kemarin menjadi 10.498 orang. Dari angka itu, tercatat kasus positif naik 672, sehingga totalnya menjadi 31.186 orang.

Baca Juga:

Selama Masa Transisi, Anies Minta Warga Tetap Tak Keluar Rumah

Kemudian pasien meninggal dunia bertambah 50 orang dari kasus kemarin dan sekarang menjadi 1.851 kasus kematian.

Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 40,370 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada menjadi 14,197 orang. (Asp)

Baca Artikel Asli