Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dapat Pasokan Anyar Sepanjang 2024, Kapal Perang TNI AL Makin Kuat dan Canggih

Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 04 Januari 2025

MerahPutih.com - Alat pertahanan negara yang dibeli pemerintah untuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus bertambah. Bahkan, beberapa merupakan hasil produksi alam negeri.

Sepanjang 2024 menerima tujuh kapal perang (KRI) baru, sehingga saat ini total kapal perang yang memperkuat TNI AL mencapai 165 unit.

Kapal-kapal perang baru TNI AL itu mencakup satu kapal tanker/kapal bantu curah minyak (BCM) KRI Balongan-908, dua kapal patroli cepat (PC) 40 meter KRI Butana-878 dan KRI Selar-879, dan dua kapal patroli cepat 60 meter yaitu KRI Lumba-Lumba-881 dan KRI Hampala-880.

Di samping itu, TNI AL juga menerima dua kapal Angkatan Laut (KAL) baru, yaitu KAL Hinako dan KAL Sembulungan.

Baca juga:

Kapal TNI AL Bersiaga di Pelabuhan Penyebrangan Jawa-Sumatera dan Bali

“Kemudian, ada juga helikopter antikapal selam dengan peluncur torpedo (Panther HS-1307) dan upgrade avionic untuk lima helikopter Panther,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Sepanjang 2024, TNI juga membeli berbagai senjata dan munisi baru, dan membangun sistem komunikasi satelit Hub Siskomsat di Kabupaten Bogor, serta gedung simulator Submarine Machinery Propulsion System (SMPS) di Surabaya, Jawa Timur.

Tidak hanya terus memperkuat sistem senjata armada terpadu (SSAT)-nya, TNI AL juga meningkatkan kesejahteraan jajaran prajuritnya dengan membangun rumah dinas dan flat untuk prajurit, dan sarana-prasarana untuk pendidikan yang bertujuan kegiatan pembinaan prajurit.

Dengan demikian, kekuatan armada tempur TNI AL saat ini mencakup 165 kapal perang (KRI), 136 KAL, kapal-kapal patroli keamanan laut (patkamla), 113 pesawat udara, dan 388 kendaraan tempur.

Dari 165 KRI yang saat ini memperkuat TNI AL, 62 kapal berada di bawah kendali Komando Armada (Koarmada) I, 63 KRI di bawah kendali Koarmada II, 21 KRI di Koarmada III, 15 KRI di bawah kendali Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), dan empat KRI berkemampuan hidro-oseanografi berada di bawah kendali Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Sementara itu, dari 136 KAL yang saat ini dimiliki TNI AL, 54 KAL di bawah kendali Koarmada I, 47 KAL di Koarmada II, 22 KAL di Koarmada III, tiga KAL di Kolinlamil, dua KAL di Pushidrosal, enam KAL di bawah kendali Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk kebutuhan latihan taruna-taruna, dan dua KAL di bawah kendali pasukan elite TNI AL Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL.

Kemudian, 113 pesawat udara yang saat ini memperkuat TNI AL terdiri atas 68 pesawat tipe fixed wing, 30 pesawat udara tipe rotary wing, dan 15 pesawat tanpa awak (UAV). Pesawat-pesawat udara yang dimiliki TNI AL itu terbagi ke tiga satuan, yaitu Wing Udara 1, Wing Udara 2, dan Wing Udara 3.

Baca Artikel Asli