Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dampak Kenaikan BBM, Harga Sayur dan Buah Masih Relatif Stabil

Eddy Flo - Selasa, 18 November 2014
align="justify">MerahPutih Nasional - Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, 18 November 2014, aktivitas di Pasar Induk Kramat Jati berjalan seperti biasanya. Harga-harga masih relatif stabil dan normal.

align="justify"> 

align="justify">Harga cabai rawit merah terpantau Rp 52.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 50.000,- per kilogram. Harga-harga ini masih normal. Menurut Imron (38), pedagang grosiran cabai di LOS G pasar tersebut mengatakan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda kenaikan harga, kemungkinan seminggu dari sekarang pasti ada kenaikan. “Kenaikan tarif BBM sangat berpengaruh terhadap transportasi yang mengangkut cabai dari Jawa ke Jakarta, itu pasti mas karena solar juga ikut naik, otomatis biaya untuk pengiriman akan naik juga,”ujarnya meyakinkan.

align="justify"> 

align="justify">Ia berpendapat bahwa kebijakan pemerintah terhadap kenaikan harga BBM ini dinilai kurang tepat. Yang dipermasalahkan bukan harga Rp 2000 ini tetapi betulkah bahwa subdisi dari kenaikan harga bahan bakar itu benar-benar dialokasikan pada sektor yang tepat, seperti pendidikan, kesehatan dan kegiatan sosial lainnya.

align="justify"> 

align="justify">“Kan mas tau sebelumnya juga begitu, tapi apakah alokasinya sudah tepat dan masyarakat Indonesia merasaka? Tidak ada yang tau kan, mas? “ gugat Imron yang biasa menjual cabai 8 kwintal dan mendapatkan penghasilan sekitar Rp 45 juta per hari.

align="justify"> 

align="justify">Hal senada juga diungkapkan Agus (42), harga bawang merah Rp 10.000 per kilogram, jika ukuran bawangnya lebih besar jadi Rp 11.000 per kilogram. Pria asal Brebes, Jawa Tengah ini sangat setuju dengan kenaikan BBM. Karna hal itu akan berimbas pada harga penjualan dagangannya akan naik.

align="justify"> 

align="justify">“Ya mudah-mudahan, Mas, jika bensin naik harga bawang juga akan naik,”ucap Agus yang kini meninggalkan anak istrinya di Brebes dan tinggal bersama empat saudaranya di Jakarta. Dalam sehari ia bisa mendapatkan uang dari bawang jualannya sebesar Rp 10 juta.

align="justify"> 

align="justify">Ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kebanyakan konsumen yang sedang berbelanja mengatakan, saat ini semua produk harganya masih sangat stabil. “Tapi saya tidak tahu bagaimana dengan seminggu ke depan. Pastinya naik sih. Ini sudah menjadi keputusan pemerintah. Saya hanya berharap agar pemerintah secara tepat dan sampai ke sasaran yang dituju, siapa saja yang akan menerima subsidi ini, “kata Adi seorang pemilik warung sayur di wilayah Cililitan, Jakarta Timur.

align="justify"> 

align="justify"> 

align="justify"> 

Baca Artikel Asli