Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 10 menit lalu
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (14/9/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kondisi ekonomi Indonesia masih tangguh di tengah gejolak ekonomi global. Hal tersebut telah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang membahas perekonomian di Istana Negara, Senin (19/10).

Ia mengatakan dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.

Sebagai contoh, ia menyebutkan Amerika Serikat (AS) tengah mengalami inflasi tinggi. Inflasi September di AS mencapai 3,7 persen secara tahunan atau meningkat dari 3,4 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu, perekonomian kawasan Eropa juga tengah menghadapi gejolak.

Risiko-risiko tersebut dinilai menjadi tantangan bagi Indonesia. Kendati demikian, Suahasil mengatakan perekonomian Indonesia masih kokoh, sebagaimana tecermin dari sejumlah indikator makroekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,5 persen. Sementara itu, inflasi pada September 2026 tetap terjaga di level 3,28 persen secara tahunan.

Baca juga:

Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi



"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro masih sangat resilient, kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient. Jadi kita akan terus menjaga stabilitas di masa depan dan tetap mendorong pertumbuhan,” ujar Suahasil.

Lebih lanjut ia mengatakan pemerintah akan tetap menggunakan instrumen fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan dan melindungi masyarakat dari gejolak eksternal.

Suahasil menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap digunakan untuk membiayai program-program prioritas guna menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, pada saat yang sama, pemerintah juga memastikan belanja negara tetap dilaksanakan secara efisien dan tepat sasaran.

Pada kuartal IV 2026, Suahasil mengatakan belanja pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp 1.300 triliun, meningkat dari Rp 1.200 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja tersebut akan diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial, termasuk melalui kelanjutan program bantuan pangan.

"Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi, dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif. Ini yang kita cari sehingga APBN itu tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga melindungi masyarakat yang dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga tetap kredibel," jelas dia.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan perekonomian Indonesia masih stabil. Hal ini tecermin dari inflasi inti pada September 2026 yang tercatat sebesar 2,84 persen secara tahunan. Inflasi inti mengukur pergerakan harga barang dan jasa di luar komponen pangan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah. Oleh karena itu, indikator ini kerap digunakan untuk mengukur keadaan permintaan domestik.

Namun, Destry mengatakan gejolak eksternal, terutama inflasi tinggi dan prospek bank sentral global yang masih mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi (higher for longer), menjadi tantangan bagi stabilitas rupiah.

Meski demikian, ia menegaskan BI akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan.

"Intinya, Bank Indonesia akan selalu tetap berjaga di pasar. Kami diminta juga oleh Bapak Presiden untuk terus melihat dan mengupayakan kebijakan-kebijakan yang kami miliki, apakah itu bentuknya intervensi di spot, DNDF dan NDF ataupun juga dalam bentuk insentif biaya hedging," tegasnya.(Asp)



Baca juga:

Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya

#Ekonomi #Menteri Keuangan #Suahasil Nazara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - 1 jam, 10 menit lalu
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Ramai unggahan media sosial yang menyebut anggaran negara habis dan tahun 2027 sekolah akan kembali bebankan SPP. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
RI Pecah Rekor! APBN 2027 Tembus Rp 4.106 Triliun Disahkan, Alokasi K/L Terbesar BGN Disusul Kemenhan-Polri
DPR resmi mengesahkan APBN 2027 senilai Rp 4.106,3 triliun yang mencetak rekor terbesar sejarah RI dengan alokasi anggaran tertinggi untuk Badan Gizi Nasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 30 September 2026
RI Pecah Rekor! APBN 2027 Tembus Rp 4.106 Triliun Disahkan, Alokasi K/L Terbesar BGN Disusul Kemenhan-Polri
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Menkeu Klaim Surat Utang BLBI saat Krisis 98 Dinyatakan Lunas
Penyelesaian dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan surplus Bank Indonesia (BI).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Menkeu Klaim Surat Utang BLBI saat Krisis 98 Dinyatakan Lunas
Indonesia
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Suaminya masih sering tertawa terkadang melamun dan masih menyimpan kekecewaan serta kesedihan
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Indonesia
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun, tumbuh 29 persen. Belanja K/L tumbuh 33 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Bagikan