Merahputih.com - Rangkaian kereta LRT Jabodebek melintasi jalur layang di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2026). Malam.
Perekonomian DKI Jakarta tumbuh sebesar 5,87 persen pada triwulan III-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/y-on-y). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah lapangan usaha, dengan sektor jasa keuangan dan asuransi mencatat pertumbuhan tertinggi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2026 mencapai Rp1.069,06 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp596,33 triliun.
Secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Jakarta tumbuh 0,36 persen dibandingkan triwulan II-2026. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicatat sektor jasa pendidikan sebesar 2,65 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 2,56 persen.
Adapun secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (cumulative-to-cumulative/c-to-c). Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi tercatat pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,97 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 9,56 persen. (Foto: MP/Didik Setiawan).