Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ciri-Ciri The Doctor, Bos Penyelundup Sabu dalam Boneka Sindikat Riau

Wisnu Cipto - Senin, 02 Maret 2026

MerahPutih.com - Nama Andre Fernado alias Ko Andre atau The Doctor ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sejak 1 Maret 2026.

Pria kelahiran tahun 1994 itu merupakan pemasok utama narkoba jenis sabu kepada terduga bandar Erwin Iskandar alias Koko Erwin.

The Doctor memiliki ciri-ciri tinggi 165 centimeter, berat 70 kilogram, berambut pendek lurus warna hitam, bertubuh gemuk, dan warna kulitnya sawo matang.

Baca juga:

Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri

"Untuk diawasi/ditangkap/diserahkan/diinformasikan keberadaannya kepada penyidik/penyidik pembantu pada kantor kepolisian tersebut di atas dengan nomor handphone 081385277785," demikian surat DPO yang diterbitkan Polri, dikutip Senin (2/3)

Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, menyebut Andre sebagai distributor yang memasukkan narkoba ke Indonesia melalui jalur darat dan kargo.

“Andre menyediakan berbagai jenis narkoba, mulai dari sabu, vape berisi zat etomidate, hingga minuman berbahaya yang disebut happy water,” tuturnya, dilansir Antara.

Baca juga:

Komisi III DPR Desak Penanganan Adil dalam Kasus Sabu 2 Ton dan Pembunuhan di Lombok

Sabu Dikemas dalam Boneka

Polisi mengungkap modus Andre dalam menyelundupkan narkoba cukup rapi. Untuk sabu, barang haram itu dikemas dalam boneka dan kotak kado sebelum dikirim melalui jalur kargo.

Sedangkan cartridge vape berisi etomidate dengan merek Ferrari dan Lamborghini dikirim lewat jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, Riau. DPO diketahui memiliki jaringan kuat di wilayah Riau.

“Untuk jalur laut, Dumai menjadi pintu masuk utama. Sedangkan sabu lebih banyak dikirim lewat kargo dengan penyamaran barang hadiah,” tandas Eko.

Baca juga:

Toko Vape Wajib Pasang Tulisan 21+

Jaringan Koko Erwin

Dalam kasus yang menjerat Koko Erwin, Andre disebut beberapa kali melakukan transaksi penjualan sabu kepada terduga bandar tersebut.

Kasus ini menyoroti tren baru peredaran narkoba di Indonesia, yakni penggunaan vape dan minuman sintetis sebagai media penyalahgunaan zat berbahaya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelumnya juga memperingatkan soal meningkatnya peredaran narkoba dalam bentuk cairan dan cartridge vape yang lebih sulit dideteksi dibanding sabu kristal. (*)

Baca Artikel Asli