MerahPutih.com - Muhammadiyah memiliki catatan kritis dari sisi perekonomian menyikapi setahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
"Apakah pemerintah Jokowi berhasil atau tidak di tengah-tengah COVID-19 dan krisis ekonomi global ini? Tentu pasti akan sangat sulit, kalau ukurannya pertumbuhan ekonomi, sudah jelas pemerintah Jokowi sudah gagal total," kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dalam keterangannya, Selasa (20/10).
Saat ini, kata Anwar, Indonesia sudah masuk ke jurang resesi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus dalam dua quartal belakangan. Akibat resesi ini, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) juga tinggi.
Baca Juga:
Buntut Demo Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Enam Kereta Jarak Jauh Berhenti di Stasiun Jatinegara
"Pertumbuhan ekonominya negatif dalam dua quartal secara berturut-turut sehingga menyebabkan meningkatnya secara tajam, angka PHK, pengangguran, dan kemiskinan. Terlebih lagi, kalau dibandingkan dengan masa atau periode sebelumnya hal ini jelas merupakan kemunduran yang luar biasa," ujarnya.
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) ini mengatakan, pemerintahan Jokowi belum tentu bisa memulihan sisi pertumbuhan ekonomi ini dalam waktu dekat. Hanya saja, kata Anwar, catatan minor tadi bukan berarti pemerintahan era Jokowi telah gagal selama setahun memimpin Indonesia pada periode kedua.
Sebab, kata dia, siapa pun yang menjadi Presiden RI pada saat ini akan sulit menyelematkan Indonesia ke jurang resesi. Terlebih lagi, saat ini dunia juga dihadapkan krisis akibat COVID-19.
"Siapa pun yang menjadi presiden di negeri ini, sekarang ini, pasti juga tidak akan mampu menghindarinya karena masalah ini tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan COVID-19 yang tidak hanya melanda dan merontokkan ekonomi negeri ini, tetapi juga telah melanda dan merontokkan ekonomi negara-negara lain di dunia," ujarnya.
Baca Juga:
Ini Alasan Aparat Tak Boleh Pakai Senpi saat Demo Setahun Jokowi
Dari persoalan buruknya pertumbuhan ekonomi ini, Anwar berharap Jokowi dapat berbenah. Satu di antaranya, pemerintah era Jokowi bisa membenahi ekonomi dengan memperbesar daya beli rakyat.
"Meminjam istilah Bung Hatta, kita harus benar-benar bisa membuat dan membenahi ekonomi nasional kita dengan memperbesar tenaga beli rakyat. Produksi yang kita lakukan harus ditujukan pertama-tama dan utama adalah untuk kepentingan ke dalam yaitu untuk memenuhi kebutuhan rakyat," kata dia. (Pon)
Baca Juga:
Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Buruh Tuntut Keluarkan Perppu Cipta Kerja