Karhutla Terus Berulang, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Rakyat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Karhutla Terus Berulang, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Rakyat

Penanganan karhutla. (Foto: dok. Kemenhut)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Muhammadiyah menegaskan, karhutla tidak boleh dianggap sebagai bencana tahunan yang terus berulang tanpa penyelesaian menyeluruh.

"Muhammadiyah menegaskan bahwa karhutla tidak boleh dinormalisasi sebagai bencana tahunan yang terus membebani rakyat," kata PP Muhammadiyah, seperti dikutip dari situs resmi PP Muhammadiyah, Rabu (21/10).

Muhammadiyah meminta pemerintah, aparat, dan dunia usaha menunjukkan kesungguhan melalui tindakan nyata untuk melindungi masyarakat, menindak pelanggaran, memulihkan kerusakan lingkungan, serta mencegah kebakaran agar tidak terus berulang.

Organisasi tersebut juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa dalam menjaga kehidupan dan mewujudkan pengelolaan kekayaan alam yang adil serta berkelanjutan.

Baca juga:

Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla

Karhutla Ganggu Kesehatan hingga Kegiatan Pendidikan

Muhammadiyah menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memunculkan persoalan serius bagi masyarakat.

Dampak tersebut meliputi gangguan kesehatan penduduk, terganggunya kegiatan pendidikan, hingga hilangnya sumber penghidupan. Karhutla juga dinilai berpotensi menimbulkan citra negatif bagi Indonesia di mata dunia, terutama negara-negara tetangga.

“Hilangnya sumber penghidupan, serta citra negatif Indonesia di mata dunia, khususnya negeri tetangga," tulis Muhammadiyah dalam keterangannya.

Berbagai dampak tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan masyarakat, pemulihan lingkungan, dan pencegahan kebakaran berulang juga menjadi perhatian penting dalam pernyataan Muhammadiyah.

Muhammadiyah Ingatkan Amanah Menjaga Lingkungan

Bagi Muhammadiyah, menjaga lingkungan merupakan bagian dari ajaran Islam. Tanggung jawab tersebut dipandang sebagai wujud amanah kekhalifahan manusia di bumi sekaligus bentuk kepedulian terhadap generasi mendatang.

Muhammadiyah mengingatkan bahwa Allah memberikan amanat kepada manusia untuk membangun kehidupan, bukan melakukan kerusakan. Pesan tersebut merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 11, Al-A'raf ayat 56, dan Ar-Rum ayat 41.

Dalam konteks karhutla, prinsip tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam dan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab.

Baca juga:

Dari Maluku hingga Jawa Tengah, Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum Tuntas

Karhutla Berulang Dinilai Perlu Evaluasi Menyeluruh

Muhammadiyah menilai persoalan karhutla di Indonesia bersifat kompleks, mulai dari faktor hulu hingga hilir. Berbagai aspek yang berkaitan dengan kebakaran meliputi kondisi alam, aktivitas manusia, tata kelola sumber daya alam, dan faktor lainnya.

Karena itu, berulangnya karhutla dinilai menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan maupun pelaksanaannya. Evaluasi tersebut perlu disertai pertanggungjawaban yang jelas agar penanganan kebakaran tidak berhenti pada respons saat bencana terjadi.

Muhammadiyah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan keberlanjutan kehidupan harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam.

Keselamatan rakyat dan keberlanjutan kehidupan wajib didahulukan di atas kepentingan ekonomi, politik, maupun keuntungan kelompok tertentu,

Muhammadiyah.

(Knu)

#Muhammadiyah #Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Pemadaman Karhutla
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla Terus Berulang, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Rakyat
Muhammadiyah meminta tindakan nyata untuk menangani karhutla di Sumatera dan Kalimantan, mengevaluasi kebijakan, serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Karhutla Terus Berulang, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Rakyat
Indonesia
Pemerintah Bekukan Izin 6 Perusahaan Terkait Karhutla, Total Lahan Terbakar Mencapai 7.531 Hektare
Pemerintah membekukan izin enam perusahaan terkait karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Total lahan terbakar mencapai 7.531 hektare.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Pemerintah Bekukan Izin 6 Perusahaan Terkait Karhutla, Total Lahan Terbakar Mencapai 7.531 Hektare
Indonesia
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Karhutla Gunung Lawu di Karanganyar belum padam. Api mengancam mata air warga, pemadaman udara terkendala angin, dan polisi diminta menyelidiki penyebabnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Kebakaran Gunung Lawu Meluas, 490 Hektare Hutan Terbakar dan Api Dekati Mata Air Warga
Indonesia
BNPB masih Berjibaku Padamkan 570 Hektare Karhutla, Kalimantan Tengah Terparah
Total target penanganan karhutla di enam provinsi tersebut mencapai 1.024,33 hektare. Dari jumlah itu, tim gabungan baru memadamkan 454,25 hektare.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
BNPB masih Berjibaku Padamkan 570 Hektare Karhutla, Kalimantan Tengah Terparah
Indonesia
Dari Maluku hingga Jawa Tengah, Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum Tuntas
Salah satu wilayah yang menghadapi kendala pemadaman yakni Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Dari Maluku hingga Jawa Tengah, Karhutla di Luar Wilayah Prioritas belum Tuntas
Indonesia
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Bidik Korporasi
Prabowo menegaskan karhutla tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan biasa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Bidik Korporasi
Indonesia
BNPB Uji Coba Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Dampak Asap Karhutla
BNPB menguji coba dry ice dalam operasi modifikasi cuaca. Teknologi ini dinilai bisa mengurangi dampak karhutla.
Soffi Amira - Rabu, 21 Oktober 2026
BNPB Uji Coba Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Bukan untuk Sawit, DPR Minta Lahan Bekas Karhutla Ditanami Pohon Keras dan Tanaman Produktif
Daniel Johan mendorong rehabilitasi lahan bekas karhutla dengan pohon keras dan tanaman produktif. Meminta anggaran kehutanan memprioritaskan pemulihan hutan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bukan untuk Sawit, DPR Minta Lahan Bekas Karhutla Ditanami Pohon Keras dan Tanaman Produktif
Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Indonesia
Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Tinggal 2-3 Km dari Rumah Penduduk, Pemkab Cairkan Belanja Tidak Terduga
Kebakaran Gunung Arjuno mendekati permukiman warga sejauh 2-3 km. Pemkab Pasuruan cairkan BTT perbaiki pipa air 5,2 km. Simak laporan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 20 Oktober 2026
Kebakaran Hutan Gunung Arjuno Tinggal 2-3 Km dari Rumah Penduduk, Pemkab Cairkan Belanja Tidak Terduga
Bagikan