MERAHPUTIH.COM - GUBERNUR Jakarta Pramono Anung mengapresiasi peran Muhammadiyahdi di DKI Jakarta lantaran mendukung berbagai program pemerintah provinsi. Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri halalbihalal Idul Fitri 2026/1447 Hijriah bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4).
"Saya mendapat dukungan, dalam berbagai program, termasuk pemutihan ijazah bagi lebih dari 6.000 warga Jakarta. Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan beliau dan jaringan yang dimiliki. Saya juga menerima banyak pesan motivasi dari warga Muhammadiyah dalam memimpin Jakarta," ungkapnya.
Pramono berharap sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat menjadi kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan. Dengan demikian, keduanya dapat berkontribusi bersama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
"Banyak pembangunan di Jakarta saat ini melibatkan partisipasi masyarakat, bahkan tanpa menggunakan APBD. Misalnya, pembangunan taman, halte, dan ruang publik yang kini lebih tertata dan hijau. Ini merupakan hasil dari membangun kepercayaan bersama," tuturnya.
Baca juga:
Pramono menyampaikan bahwa Muhammadiyah sejak lama menjalankan peran penting sebagai salah satu pilar kekuatan umat dan bangsa, termasuk dalam memperkenalkan tradisi halalbihalal. "Muhammadiyah memandang halalbihalal sebagai tradisi khas Indonesia yang sangat positif dan perlu dilestarikan, karena mengandung dua hal penting, yaitu silaturahmi dan saling memaafkan. Oleh karena itu, saya mendukung kebiasaan baik tersebut," ujarnya.
Ia mengungkapkan majalah Suara Muhammadiyah pada 1924 menggunakan istilah Chalal bil Chalal, yang kemudian berkembang menjadi Alal Bahalal sebagai ajang silaturahmi untuk melebur dan menyatukan perbedaan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Seiring waktu, istilah tersebut berkembang menjadi halalbihalal seperti yang dikenal saat ini.
Menurutnya, jika Muhammadiyah tidak memulai tradisi halalbihalal, atau bahkan menganggapnya sebagai bidah, tentu kondisi masyarakat Indonesia hari ini akan sangat berbeda. "Justru Muhammadiyah, melalui tulisan-tulisan di Suara Muhammadiyah, menegaskan halalbihalal merupakan sunnah hasanah, tradisi yang baik. Ini bagian dari sejarah Muhammadiyah," jelasnya.
Pramono menyebut konsep halalbihalal sangat relevan dalam membangun Jakarta sebagai kota yang menjadi rumah bagi semua kalangan, sekaligus mampu melebur perbedaan.
"Hal yang terpenting saat ini yakni bagaimana Jakarta menjadi rumah bagi semua golongan, semua agama, dan semua kelompok, yang diperlakukan secara terbuka dan adil," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Ribuan Umat Muslim Muhammadiyah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa