Muhammadiyah Sikapi Ketegangan di Timur Tengah, Minta Sanksi Tegas dari PBB dan Imbau Organisasi Islam Solid

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Muhammadiyah Sikapi Ketegangan di Timur Tengah, Minta Sanksi Tegas dari PBB dan Imbau Organisasi Islam Solid

Muhammadiyah Sikapi Ketegangan di Timur Tengah, Minta Sanksi Tegas dari PBB dan Imbau Organisasi Islam Solid.(Foto: website muhammadiyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ORGANISASI masyarakat (ormas) Islam Muhammadiyah memberikan pernyataan sikap menanggapi ketegangan yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika. Dalam surat keterangan bernomor 16/PER/I.0/B/2026 tentang Surat Pernyataan tentang Konflik di Timur Tengah, disampaikan tujuh poin penting sikap Muhammadiyah dalam menilai dan hadir dalam ketegangan serius ini.

Muhammadiyah membuka pernyataan pertama mereka dengan ungkapan belasungkawa atas meninggalnya pimpinan tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang menjadi sasaran serangan gabungan Amerika pada 28 Februari 2026. Muhammadiyah mengatakan pentingnya kepedulian internasional untuk meredam ketegangan yang dapat memicu kejahatan perang lebih besar di masa depan.

Muhammadiyah menilai serangan yang diluncurkan merupakan bentuk pelanggaran serius atas hak asasi manusia serta pengingkaran terhadap keputusan berserikat bangsa-bangsa. "Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Muhammadiyah dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (3/3).

Muhammadiyah menilai perlunya sanksi yang tegas dari PBB akan aksi perang yang dilakukam Amerika dan Israel. Organisasi ini menyoroti adanya solidaritas organisaai Islam untuk mengedepankan dialog hingga diplomasi menanggapai situasi yang ada. Muhammadiyah tegas meminta agar genosida yang terjadi terhadap bangsa Palestina berakhir.

Baca juga:

Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme



Berikut ini poin-poin pernyataan sikap Muhammadiyah atas ketegangan di Timur Tengah:


1. Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab.

2. Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

3. Kami menyeru kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang

4. Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur.

5. Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam.

6. Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

7. Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi.(Tka)

Baca juga:

Menlu Iran Tegaskan Serang Pangkalan Militer AS, Bukan Perang dengan Negara Timur Tengah









#Muhammadiyah #Perang Iran-Israel #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Bagikan