MERAHPUTIH.COM - ORGANISASI masyarakat (ormas) Islam Muhammadiyah memberikan pernyataan sikap menanggapi ketegangan yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika. Dalam surat keterangan bernomor 16/PER/I.0/B/2026 tentang Surat Pernyataan tentang Konflik di Timur Tengah, disampaikan tujuh poin penting sikap Muhammadiyah dalam menilai dan hadir dalam ketegangan serius ini.
Muhammadiyah membuka pernyataan pertama mereka dengan ungkapan belasungkawa atas meninggalnya pimpinan tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang menjadi sasaran serangan gabungan Amerika pada 28 Februari 2026. Muhammadiyah mengatakan pentingnya kepedulian internasional untuk meredam ketegangan yang dapat memicu kejahatan perang lebih besar di masa depan.
Muhammadiyah menilai serangan yang diluncurkan merupakan bentuk pelanggaran serius atas hak asasi manusia serta pengingkaran terhadap keputusan berserikat bangsa-bangsa. "Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas hak-hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Muhammadiyah dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (3/3).
Muhammadiyah menilai perlunya sanksi yang tegas dari PBB akan aksi perang yang dilakukam Amerika dan Israel. Organisasi ini menyoroti adanya solidaritas organisaai Islam untuk mengedepankan dialog hingga diplomasi menanggapai situasi yang ada. Muhammadiyah tegas meminta agar genosida yang terjadi terhadap bangsa Palestina berakhir.
Baca juga:
Ketum PBNU Khawatir Serangan Israel-AS terhadap Iran Bisa Bangkitkan Radikalisme
Berikut ini poin-poin pernyataan sikap Muhammadiyah atas ketegangan di Timur Tengah:
1. Kami menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran. Belasungkawa yang sama kami sampaikan bagi korban serangan balik Iran di beberapa negara Arab.
2. Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
3. Kami menyeru kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang
4. Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur.
5. Iran maupun negara-negara Arab saling menahan diri dan mengedepankan dialog untuk tidak terlibat konflik lebih jauh antar sesama anggota Organisasi Kerjasama Islam.
6. Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.
7. Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi.(Tka)
Baca juga:
Menlu Iran Tegaskan Serang Pangkalan Militer AS, Bukan Perang dengan Negara Timur Tengah