MerahPutih.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil menyelesaikan Proyek Pembangunan Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 69 titik lokasi yang tersebar di 15 provinsi Indonesia dalam kurun waktu 37 hari.
Perusahaan di bawah naungan Danantara Indonesia ini mendapatkan proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 507,80 miliar ini berhasil diselesaikan perseroan dalam waktu 37 hari kalender, terhitung sejak 25 November 2025 dengan capaian progres 100 persen.
Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti kapabilitas perseroan dalam mengerjakan proyek berskala besar dengan waktu yang sangat terbatas.
Pihaknya merasa bangga dapat berkontribusi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Baca juga:
Dapur MBG Telah Dibangun Kementerian PU di Perbatasan Indonesia dan Timor Leste
“Proyek ini juga sejalan dengan agenda prioritas nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas SDM dan pembangunan yang inklusif serta merata di berbagai wilayah,” ujar Joko.
Sebanyak 69 titik lokasi yang telah diselesaikan berada di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Proyek Pembangunan Gedung SPPG Tahun Anggaran 2025 merupakan bagian dari dukungan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) terhadap program MBG yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pembangunan fasilitas SPPG merupakan upaya pemerintah dalam mendukung program MBG, yang bertujuan menyediakan fasilitas produksi makanan yang higienis, terstandar, dan efisien.
“Fasilitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan stunting, meningkatkan konsentrasi serta prestasi belajar, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga,” ujarnya.