Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Branding Kids Zaman Now, Kementerian Pariwisata Kembangkan Wisata Digital

Eddy Flo - Selasa, 12 Desember 2017

MerahPutih.Com - Apa sih wisata digital? Indonesia selama ini hanya mengenal wisata alam, wisata bahari, wisata air, wisata sejarah dan wisata religi. Nah, semua jenis wisata ini akan dirangkum dalam satu wisata yang baru dikembangkan Kementerian Pariwisata, wisata digital.

Wisata digital diperkenalkan sebagai jawaban atas perkembangan zaman dan dalam konteks kekinian. Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyebut wisata digital sebagai salah satu langkah untuk mendongkrak wisata Indonesia.

Di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata, Arief Yahya mengatakan di dunia baru Indonesia yang pertama kali mengembangkan destinasi wisata digital.

"Kalau ini berhasil, maka akan membuat pariwisata Indonesia berbeda karena di dunia belum ada paket wisata digital ini," kata Arief Yahya di Jakarta, Selasa (12/12).

Arief Yahya sebagaimana dilansir Antara menjelaskan wisata digital, yakni wisata yang menawarkan dan memenuhi kebutuhan digital, artinya pergi ke suatu destinasi untuk kemudian difoto dan diunggah ke media sosial.

Menteri Arief menambahkan kebutuhan digital tersebut meningkat seiring dengan kebutuhan kaum milenial.

"Yang paling penting mereka bisa mendapatkan foto atau selfie yang jika dilihat di media sosial, lebih indah dari aslinya," katanya.

Pola wisata tersebut, lanjut dia, dipengaruhi akan kebutuhan pengakuan kaum milenial, semakin diakui, maka semakin puas.

"Kenapa destinasi digital ini penting karena memenuhi kebutuhan akan pengakuan atau 'esteem'. Kenapa sekarang kita suka foto bareng, selfie di satu tempat ketemu dengan tokoh atau makanan tertentu karena ingin diakui secara sadar atau tidak. Ingin paling cepat," katanya.

Saat ini, dia mengatakan sudah sangat umum menawarkan paket wisata ajang atau "event" dan penawaran terbaik atau "hot deals".

"Paket 'Amazing Thailand' itu berdasarkan event, kalau berdasarkan 'hot deal' sudah ada, yang tidak ada destinasi digital, unik," terang Arief Yahya.

Arief mengatakan pihaknya tengah menggandeng Generasi Pesona Indonesia (Genpi) untuk mempromosikan destinasi digital yang akan dikembangkan di 14 provinsi, saat ini sudah berhasil tujuh yang dikembangkan dengan mengusung nama "pasar".

Dia menyebutkan komponen penting dalam pariwisata saat ini, yaitu penempatan atau "positioning" (esteem economy), destinasi yang berbeda (destinasi digital) dan "branding" (Kids Zaman Now).

"Kids Zaman Now 70 persen eksis di dunia maya, dunia digital, media pun sebagai saluran menuju ke sana," katanya.

Untuk mendukung hal itu, lanjut dia, perlu dikembangkan destinasi digital, yaitu destinasi yang layak difoto, layak diunggak ke media sosial dan mendatangkan banyak respon positif, seperti "likes", komentar, memposting ulang "repost" atau dibagikan ke teman yang lain (share).

"Makin 'instgramable', makin bagus," katanya.

Untuk itu, Menpar Arief Yahya mengatakan harus semakin diperkuat promosi, terutama untuk meraup pasar anak muda zaman sekarang.(*)

Baca Artikel Asli