Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BPS Sebut Harga Beras Picu Inflasi, Harga Eceran Capai Rp 15.765 per Kilogram

Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026

MERAHPUTIH.COM - HARGA bahan pokok beras konsisten mengalami kenaikan harga mulai dari Rp 14.365- Rp 15.765. Hal tersebut disampaikan dalam paparan berita resmi statistik inflasi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

Pengumuman inflasi beras ini disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartonon bahwa di berbagai sumber pengolahan hingga jenis beras menampilkan kenaikan inflasi dalam periode month to month (MtoM) hingga year on year (YoY).

Pada tempat penggilingan, harga rata-rata harga beras naik 0,26 persen secara bulanan (MtoM), dan 6,89 persen secara tahunan. Berdasarkan grafik, rata-rata harga beras di penggilingan berada di kisaran Rp 14.365 per kilogram.

"Kalau kita pilah, menurut kualitas beras di penggilingan yang pertama ada beras premium. Secara MtoM naik 0,01 persen. Beras premium secara YoY naik 11,32 persen. Kedua kualitas beras medium, selama MtoM, naik 0,35 persen dan secara YoY naik 5,57 persen," kata dia dalam siaran langsung di Youtube BPS Statistic, dikutip Senin (2/11).

Baca juga:

33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan


Sementara itu, di tingkat grosir, inflasi beras tercatat 0,01 persen secara bulanan (MtoM) dan 5,13 persen secara tahunan. Rata-rata harga beras grosir pada grafik tertera sebesar Rp 14.994 per kilogram.

Adapun di tingkat eceran, inflasi beras mencapai 0,08 persen secara bulanan dan 4,10 persen secara tahunan (YoY). Rata-rata harga beras eceran tertera sebesar Rp 15.765 per kilogram.

"Harga beras yang kami sampaikan merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," kata dia.

Grafik perkembangan harga beras sepanjang 2022 hingga 2026 menunjukkan harga di ketiga tingkat tersebut cenderung bergerak naik. Harga beras eceran konsisten berada di posisi tertinggi, disusul beras grosir, lalu beras di penggilingan. Pada 2024, harga di ketiga tingkat sempat melonjak tajam sebelum kembali turun.

BPS memberikan dua catatan keterangan. Pertama, khusus angka harga beras eceran akan diperbarui pada bulan berikutnya. Kedua, mulai Januari 2024, rata-rata harga beras eceran dihitung dari cakupan 150 kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK).(Tka)

Baca juga:

Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah

Baca Artikel Asli