Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

BMKG Prediksi DIY Masuk Puncak Musim Kemarau di Agustus

Zulfikar Sy - Sabtu, 27 Juni 2020

MerahPutih.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprakirakan puncak musim kemarau di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjadi pada Agustus 2020. Curah hujan mengalami penurunan signifikan mulai Juli hingga Agustus 2020.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, bulan ini hujan masih akan turun di beberapa wilayah di DIY.

Baca Juga:

Masuki Bulan Kemarau, Ini Perintah Jokowi

"Hujan dengan intensitas yang ringan masih berpotensi muncul selama bulan Juni 2020 dengan rata-rata kurang dari 50 mm per dasarian," kata Reni di Yogyakarta, Jumat (26/06).

Curah hujan Juni menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya dan untuk Juli lebih turun lagi dibandingkan Juni.

"Juni masih ada hujan tetapi masih intensitas ringan dan umumnya terjadi pada sore hari," kata dia.

ILUSTRASI: Prakiraan curah hujan di kota Yogyakarta menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (ANTARA/Ardika/am)
ILUSTRASI: Prakiraan curah hujan di kota Yogyakarta menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (ANTARA/Ardika/am)

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Etik Setyaningrum menambahkan, curah hujan pada dasarian pertama hingga kedua Juli 2020 diperkirakan berada dalam kategori rendah dengan jumlah curah hujan berkisar 0 -10 mm per dasarian.

Menurut Etik, berdasarkan hasil pengamatan pola angin, sampai dengan akhir Juni angin timuran mendominasi khususnya di Pulau Jawa.

"Diperkirakan sampai dengan tiga bulan ke depan angin timuran masih mendominasi yang artinya periode musim kemarau masih berlangsung," kata dia.

Baca Juga:

Awal April, Indonesia Sudah Memasuki Musim Kemarau

Ia mengatakan, curah hujan pada Juli diperkirakan masuk kategori rendah mulai dari 21-50 milimeter (mm) per bulan, bulan Agustus 0-20 mm per bulan kecuali Sleman bagian timur, dan September masih kategori rendah berkisar 21 - 50 mm per bulan.

Ia mengimbau memasuki musim kemarau, masyarakat mulai mempersiapkan diri seperti mulai menghemat air, menjaga kesehatan terutama pada siang hari yang cukup panas.

"Mengurangi aktivitas di luar ruangan, agar para petani mulai mempersiapakn pola tanam yang sesuai iklim kemarau agar tidak mengalami gagal panen," kata Etik. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Banjir Sejumlah Titik, Anggota DPRD DKI: Wajar Musim Kemarau Tak Keruk Waduk

Baca Artikel Asli