Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 17 Juni 2026
Kemarau 2026: Pemerintah Genjot Teknologi Hemat Air dan Pola Tanam Efisien Jaga Target Swasembada

Petani di Beitung sedang menanam padi di sawah menggunakan alat tanam modern, di Tanjungpandan, Rabu (17/6/2026) ANTARA/Apriliansyah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau 2026 dengan strategi antisipasi, adaptasi, dan mitigasi berbasis teknologi.

Fokus utama diarahkan pada efisiensi penggunaan air, percepatan tanam, serta penguatan infrastruktur irigasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca juga:

Puncak Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi El Nino Lebih Kering

Percepatan Tanam dan Pola Tumpang Sari

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan), Suwandi, menyebut percepatan tanam menjadi kunci peningkatan indeks pertanaman.

“Kalau selama ini tanam dua kali setahun, kita dorong menjadi tiga kali. Dengan lahan yang sama, produksi bisa meningkat karena frekuensi tanamnya bertambah,” kata Suwandi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6).

Menurut dia, petani juga didorong memanfaatkan lahan dengan pola tumpang sari menggunakan komoditas seperti kacang tanah, kacang hijau, dan sayuran. Strategi ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

Baca juga:

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Berlangsung hingga Tujuh Bulan di Sejumlah Wilayah

Infrastruktur Air dan Perlindungan Petani

Pemerintah menyiapkan tambahan 57 ribu unit pompa air untuk melayani sekitar satu juta hektare lahan, melengkapi sistem perpompaan yang sebelumnya mendukung dua juta hektare.

Kekuatan utama kita menghadapi musim kemarau adalah sistem perpompaan, pengelolaan sumber air dari waduk, embung, sungai maupun sumur yang terhubung dengan teknologi dan energi memadai,

Sekjen Kementan Suwandi.

Selain menjaga produksi, pemerintah juga memperkuat perlindungan petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan nilai pertanggungan hingga Rp 6 juta per hektare. Petani terdampak kekeringan akan mendapat bantuan benih gratis, sarana produksi, serta pendampingan percepatan tanam kembali.

Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai varietas unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan, seperti Inpari, Inpago, Situbagendit, Situ Patenggang, Pajajaran, dan varietas genjah lainnya.

Baca juga:

Bapanas Butuh Tambahan Rp 17,73 Triliun pada 2027 Buat Stabilkan Harga Pangan

Sosialisasi Informasi Cuaca dan Iklim Terbaru

Kementan juga terus memperbarui informasi cuaca dan iklim melalui pemantauan BMKG dan satelit NOAA agar petani dapat menyesuaikan pola tanam sesuai kondisi lapangan.

Melalui surat yang dikirim kepada gubernur dan bupati pada 9 Maret 2026, pemerintah daerah diminta memetakan wilayah rawan kekeringan, memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki jaringan irigasi, melakukan normalisasi saluran air, serta mengoptimalkan pemanfaatan embung dan waduk.

“Kita minta daerah melakukan pemetaan wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan sehingga langkah-langkah penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih tepat,” tandas Suwandi. (Pon)

#Kemarau #Swasembada Pangan #Kementan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Anak-anak berjalan di antara tanah yang retak akibat mengeringnya Danau Cinere di Depok, Jawa Barat, Selasa (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Berita
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Kementan mengungkap 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai standar. Simak daftar merek, kandungan, dan penjelasan beras fortifikasi.
ImanK - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Jadi Sorotan, Ini 25 Merek yang Disebut Tak Sesuai Standar
Indonesia
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan
temuan terhadap 25 merek beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label, sehingga merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Yang Diduga Lakukan Kecurangan
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Indonesia
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Buat Stabilkan Harga di Tengah Kemarau
Selain memperkuat pasokan beras, pemerintah juga mempercepat bantuan pangan dan melakukan operasi pasar secara besar-besaran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP Buat Stabilkan Harga di Tengah Kemarau
Indonesia
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Cari tahu info terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir Agustus 2026. Cek daftar wilayah zona merah di Sumatera, Jawa, Kalimantan serta update operasi modifikasi cuaca di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Indonesia
Kekeringan akibat El Nino, Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi dan Selamatkan Puluhan Ribu Hektare Sawah
Kementerian PU menangani dampak kekeringan di 1.229 lokasi hingga 21 Agustus. Sebanyak 41.252 hektare sawah terselamatkan dan 616.033 jiwa mendapat layanan air bersih.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Kekeringan akibat El Nino, Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi dan Selamatkan Puluhan Ribu Hektare Sawah
Bagikan