MerahPutih.com – Musim kemarau panjang yang melanda Jakarta Utara (Jakut) mulai menampakkan dampak serius.
Tinggi permukaan air di Dermaga Marunda Kepu mengalami penyurutan signifikan hingga membuat sejumlah kapal nelayan kandas dan sulit bersandar.
Baca juga:
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru Sedang Docking, 14 Mobil Damkar Diterjunkan
Kapal-Kapal Nelayan Kandas
Kepada media, Senin (3/8), Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Kasudin KPKP) Jakut, Novy Christine Palit, mengatakan debit air yang menyusut akibat kemarau membuat nelayan harus menarik perahu secara manual ke perairan lebih dalam sebelum melaut.
Sejumlah kapal nelayan kandas akibat debit air yang menyusut akibat musim kemarau,
Kasudin KPKP Jakut, Novy Christine Palit
Rencana Pengerukan Pasir Dermaga Marunda
Untuk mengatasi kondisi surutnya tinggi air di dermaga itu, Sudin KPKP akan berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara guna melakukan pengerukan di lokasi.
Tujuannya agar aktivitas nelayan kembali lancar,
Kasudin KPKP Jakut, Novy Christine Palit
Hasil Tangkapan Masih Baik
Meski menghadapi kendala akses, NOvy mengungkapkan hasil tangkapan nelayan pada musim kemarau masih cukup baik. Khususnya dilansir Antara, hasil tangkapan rajungan tetap menjadi andalan mereka.
Baca juga:
Terungkap, 'Jejak' Purnawirawan Jenderal TNI sebelum Ditemukan Tewas di Perairan Marunda
“Hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan, masih cukup baik,” tandas Kasudin KPKP Jakut itu. (*)