Air Dermaga Marunda Surat Imbas Kemarau, Kapal-Kapal Nelayan Berguguran Kandas

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Air Dermaga Marunda Surat Imbas Kemarau, Kapal-Kapal Nelayan Berguguran Kandas

Foto udara dermaga di Pelabuhan Marunda, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Musim kemarau panjang yang melanda Jakarta Utara (Jakut) mulai menampakkan dampak serius.

Tinggi permukaan air di Dermaga Marunda Kepu mengalami penyurutan signifikan hingga membuat sejumlah kapal nelayan kandas dan sulit bersandar.

Baca juga:

Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru Sedang Docking, 14 Mobil Damkar Diterjunkan

Kapal-Kapal Nelayan Kandas

Kepada media, Senin (3/8), Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Kasudin KPKP) Jakut, Novy Christine Palit, mengatakan debit air yang menyusut akibat kemarau membuat nelayan harus menarik perahu secara manual ke perairan lebih dalam sebelum melaut.

Sejumlah kapal nelayan kandas akibat debit air yang menyusut akibat musim kemarau,

Kasudin KPKP Jakut, Novy Christine Palit

Rencana Pengerukan Pasir Dermaga Marunda

Sudin KPKP kini terus melakukan pendampingan kepada petani dan nelayan di wilayah Jakarta Utara agar mereka mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga September.
“Kami terus memberikan pendampingan agar masyarakat bisa beradaptasi,” imbuh Novy.

Untuk mengatasi kondisi surutnya tinggi air di dermaga itu, Sudin KPKP akan berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara guna melakukan pengerukan di lokasi.

Tujuannya agar aktivitas nelayan kembali lancar,

Kasudin KPKP Jakut, Novy Christine Palit

Hasil Tangkapan Masih Baik

Meski menghadapi kendala akses, NOvy mengungkapkan hasil tangkapan nelayan pada musim kemarau masih cukup baik. Khususnya dilansir Antara, hasil tangkapan rajungan tetap menjadi andalan mereka.

Baca juga:

Terungkap, 'Jejak' Purnawirawan Jenderal TNI sebelum Ditemukan Tewas di Perairan Marunda

“Hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan, masih cukup baik,” tandas Kasudin KPKP Jakut itu. (*)

#Marunda #Kemarau #Nelayan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Anak-anak berjalan di antara tanah yang retak akibat mengeringnya Danau Cinere di Depok, Jawa Barat, Selasa (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kemarau Panjang, Danau Cinere Berubah Menjadi Hamparan Tanah Kering
Indonesia
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Data analisis BMKG menunjukan sebanayk 25 wilayah akan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Beberapa Sektor Yang Terdampak Kemarau Panjang, Perlu Mitigasi dan Diperhatikan
Indonesia
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Presiden Prabowo Subianto umumkan capaian swasembada pangan dan bebas impor solar saat menghadiri 100 Tahun Gontor di Ponorogo. Cek rincian pidatonya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Klaim Stok Pangan Aman Buat El Nino, Prabowo Janji Bagikan Ribuan Kapal Nelayan
Berita Foto
Kemarau Panjang Tekan Hasil Tangkapan Nelayan Muara Baru
Aktivitasl jual beli ikan tangkapan nelayan Muara Baru yang dijajakan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 17 September 2026
Kemarau Panjang Tekan Hasil Tangkapan Nelayan Muara Baru
Indonesia
KKP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Kampung Nelayan Merah Putih
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga akhir 2029
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
KKP Butuh Rp 10 Triliun Bangun Kampung Nelayan Merah Putih
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Indonesia
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Ratusan nelayan Pandeglang terpaksa tidak melaut akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang bikin ikan kabur
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Ikan Kabur, Nelayan Pandeglang Terpaksa Gantung Jaring
Indonesia
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Ledakan bom ikan di Pandeglang, Banten, menewaskan seorang nelayan dan melukai istrinya. Tim Gegana lakukan sterilisasi, INAFIS olah TKP.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Gegana Masih Sterilkan TKP Ledakan Bom Nelayan Banten, INAFIS Olah TKP
Indonesia
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Cari tahu info terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir Agustus 2026. Cek daftar wilayah zona merah di Sumatera, Jawa, Kalimantan serta update operasi modifikasi cuaca di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Bagikan