MerahPutih.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan telah merampungkan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I pada akhir April 2026. Dalam masa uji coba operasional, sebanyak 65 KNMP tahap I mencatat pengiriman 273,6 ton hasil perikanan dikliam dengan nilai Rp 11,10 miliar hingga 14 Agustus 2026.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pada 2026 sekitar Rp 10 triliun.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kebutuhan anggaran setiap lokasi berbeda karena disesuaikan dengan tipe dan kebutuhan pembangunan masing-masing KNMP.
Anggarannya bervariasi karena sesuai dengan tematik lokasi, jadi tidak sama,
kata Trenggono seusai rapat koordinasi percepatan pembangunan KNMP di Jakarta, Selasa (15/9).
Baca juga:
Trenggono menjelaskan biaya pembangunan satu KNMP kategori hub atau pusat diperkirakan berkisar Rp8 miliar hingga Rp11 miliar.
Sementara itu kebutuhan anggaran untuk KNMP kategori penyangga diperkirakan sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per lokasi.
Hub mungkin sekitar antara Rp8 miliar sampai Rp11 miliar. Lalu kalau dia penyangga, kira-kira Rp3 miliar sampai Rp 5 miliar, kira-kira begitu,
ujar dia.
Terkait total kebutuhan anggaran pembangunan KNMP pada 2026, Trenggono memperkirakan nilainya sekitar Rp 10 triliun. Namun ia mengatakan angka tersebut masih perlu dihitung kembali secara rinci.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP hingga akhir 2029 untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir.
Menurut Zulhas, KNMP dilengkapi berbagai sarana pendukung kegiatan nelayan, antara lain tempat pelelangan ikan, akses kapal, penyimpanan dingin, bengkel, pabrik es, dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).