MerahPutih.com - Program Makan Bergizi Gratismenjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memperkuat upaya pemenuhan gizi nasional sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini diklaim bakal menyerap 1,5 juta tenaga kerja atau relawan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana menegaskan, tidak ada batas usia maksimum untuk relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena program tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG adalah petugas yang dibayar dengan skema pembiayaan yang berbeda dengan kepala SPPG, pengawas gizi, atau pengawas keuangan yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Relawan SPPG di antaranya yakni yang bertugas di bagian pemorsian, pengantaran makanan, atau pencucian.
"Yang penting memiliki kondisi sehat, siap bekerja, dan memiliki semangat untuk berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi nasional. Tidak ada batas usia maksimum selama relawan dalam kondisi sehat dan mampu bekerja," kata Dadan dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (8/5).
Baca juga:
Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, DPR Dukung Langkah Prabowo
Menurut Dadan, program MBG merupakan program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal di berbagai daerah. Oleh karena itu, partisipasi publik menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung keberhasilan program.
Ia menjelaskan, relawan memiliki peran penting dalam membantu kelancaran operasional di lapangan, mulai dari mendukung distribusi makanan bergizi, membantu proses pelayanan, hingga memastikan kegiatan berjalan tertib dan tepat sasaran.
Meski demikian, ketentuan usia minimal tetap diberlakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kesiapan relawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lapangan.
"Untuk menjadi relawan, syarat usia minimal tetap 18 tahun," ujarnya.
Keterlibatan masyarakat dalam program MBG tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
BGN terus mendorong terciptanya ekosistem pelaksanaan program yang inklusif, kolaboratif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Dengan dukungan relawan dari berbagai latar belakang, Program MBG diharapkan dapat berjalan semakin efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
"Semangatnya adalah membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin ikut berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program MBG," katanya.