Bencana Beruntun di Sumut: 488 Kejadian, 147 Meninggal, Puluhan Ribu Mengungsi

Minggu, 30 November 2025 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Bencana alam yang menimpa wilayah Sumatra Utara seolah datang bertubi-tubi. Hingga Sabtu (29/11), tercatat 488 kejadian bencana alam terjadi di wilayah tersebut.

“Bencana alam meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung yang tersebar di 21 wilayah hukum Polres jajaran,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, dalam keterangannya kepada wartawan, dikutip Minggu (30/11).

Bencana ini menimbulkan dampak signifikan. Tercatat 1.076 korban, terdiri dari 147 meninggal dunia, 32 luka berat, 722 luka ringan, serta 174 masih dalam pencarian, dan 28.427 warga terpaksa mengungsi.

“Wilayah paling terdampak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang mencatat 56 kejadian bencana dengan 691 korban, termasuk 47 meninggal dunia dan 51 masih dalam pencarian,” ujar Ferry.

Baca juga:

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Wilayah Bencana Sumatra, Awan Hujan ‘Dibuang’ ke Lautan

Di wilayah Kota Sibolga, tercatat 33 korban meninggal dunia dan 56 orang dinyatakan hilang.
Sementara itu, Taput, Tapsel, dan Madina juga mengalami peningkatan kejadian longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi.

Dalam upaya penanganan bencana, Polda Sumut mengerahkan 3.553 personel, merupakan perkuatan terbesar sejak awal November. Petugas di lapangan terus melakukan evakuasi korban, operasi SAR, pembukaan akses jalan, distribusi logistik, pendirian dapur lapangan, hingga pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Tim Peliput dari Bid Humas turut diterjunkan untuk memberikan pembaruan situasi terkini dari lokasi.

Kombes Ferry menegaskan bahwa seluruh jajaran bergerak maksimal sejak hari pertama.

“Polda Sumut bersama seluruh Polres jajaran sejak awal terus memberikan yang terbaik. Personel kami turun melakukan SAR, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai kepada masyarakat,” terangnya.

Ia juga menekankan kuatnya kerja sama lintas-stakeholder.

“Penanganan bencana ini kami lakukan bersama BNPB, Basarnas, TNI, Pemda, relawan, dan seluruh unsur terkait. Kepolisian memastikan koordinasi berjalan efektif sehingga setiap upaya penyelamatan bisa dilakukan cepat dan tepat,” ujar Kabid Humas.

Baca juga:

Presiden Prabowo Pastikan Bantuan Bencana Sumatra Dikirim Terus-Menerus

Selain itu, ia menambahkan bahwa situasi kemanusiaan menjadi fokus utama.

“Prioritas kami adalah penyelamatan jiwa, percepatan pencarian korban hilang, serta pemulihan masyarakat terdampak. Seluruh personel tetap siaga penuh karena cuaca masih berpotensi hujan di banyak wilayah,” katanya.

Di tengah kecemasan masyarakat yang tidak dapat memberikan kabar kepada keluarganya, Polda Sumut juga menjadi penyedia internet pertama di lokasi terdampak.

“Kami menggunakan 5 Starlink dan 60 HT Harris dengan 1 Mobil Repeater dan 1 Mobil Komob serta 1 drone,” tutur Ferry. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan