MERAHPUTIH.COM — GEMPA bumi magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang Selatan, Selasa (28/7). Gempa tersebut menyebabkan pemadaman listrik di puluhan ribu rumah, menghentikan layanan kereta api, serta memicu peringatan tsunami, dan gempa susulan.
Sejumlah perusahaan besar, termasuk Sony dan TSMC, produsen cip kontrak terbesar di dunia, memiliki fasilitas di wilayah yang terdampak gempa. Juru bicara Sony mengatakan perusahaan sedang memeriksa kondisi fasilitas mereka, sedangkan TSMC belum memberikan pernyataan.
Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan darurat gempa untuk Prefektur Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, dan Miyazaki, yang seluruhnya berada di Pulau Kyushu, Jepang bagian selatan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter setelah gempa terjadi.
Baca juga:
Gempa Bumi Berkekuatan Magnitudo 6,5 Menghantam Meksiko, 2 Tewas
Jepang merupakan salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia, dengan rata-rata terjadi gempa setidaknya setiap lima menit. Negara ini berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yaitu jalur gunung berapi dan palung samudra yang mengelilingi sebagian wilayah Samudra Pasifik. Sekitar 20 persen gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih di dunia terjadi di Jepang.
Sepuluh tahun lalu, gempa besar yang mengguncang Kumamoto menewaskan 275 orang dan melukai 2.739 lainnya, berdasarkan data resmi pemerintah.
Perusahaan listrik Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 40.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat gempa tersebut. Sementara itu, operator kereta JR Kyushu menghentikan seluruh layanannya, termasuk kereta cepat Shinkansen, sebagai langkah antisipasi.
Di sisi lain, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ditemukan adanya kondisi abnormal di pembangkit listrik tenaga nuklir yang berada di wilayah terdampak gempa.(dwi)
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Meksiko Selatan, Picu Peringatan Tsunami

