MERAHPUTIH.COM – SAAT berada ribuan kilometer dari Indonesia, para atlet 'Merah Putih' memasuki fase penting menjelang pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di tengah persiapan tersebut, dukungan tidak hanya datang dari arena olahraga, tetapi juga dari perwakilan Indonesia di Jepang.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang turut mengambil peran dalam mendukung keberadaan Kontingen Indonesia selama berada di Nagoya. Dukungan itu terlihat dalam acara penyambutan kontingen yang digelar di Nagoya, Jumat (18/9), sehari sebelum pertandingan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dimulai.
Acara tersebut mempertemukan atlet dan ofisial dengan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta perwakilan KBRI. Bagi kontingen yang harus menjalani persiapan jauh dari rumah, kehadiran perwakilan Indonesia di negara tuan rumah menjadi bagian dari ekosistem pendukung di luar pertandingan.
Baca juga:
Soft Tennis Indonesia Raih Medali Perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir mengingatkan para atlet bahwa perjalanan menuju Asian Games telah melalui proses panjang. “Perjalanan menuju Asian Games ini tidaklah mudah. Ada latihan panjang, ada disiplin, ada pengorbanan dan tantangan,” ujar Nurmala.
Oleh karena itu, ia meminta atlet tetap menjaga semangat dan sportivitas serta menunjukkan kemampuan terbaik ketika pertandingan dimulai. Peran KBRI dalam mendukung kontingen juga disinggung Wakil Ketua KOI Ismail Ning.
Ismail menyampaikan apresiasi kepada KBRI Jepang atas dukungan yang diberikan kepada Kontingen Indonesia selama berada di Jepang. Dukungan tersebut menjadi semakin penting karena kontingen juga menghadapi sejumlah tantangan selama berada di Nagoya. Salah satunya menyangkut kenyamanan akomodasi.
“Memang betul akomodasi kurang nyaman. Ini akan berpengaruh dengan para atlet yang lain. Jadi kita fokus, tim CdM sudah luar biasa. Kita kawal kenyamanan para atlet,” ujar Ismail.
Pernyataan tersebut menunjukkan pekerjaan tim pendukung tidak berhenti pada urusan pertandingan. Kondisi atlet di luar arena juga menjadi bagian yang harus diperhatikan agar mereka dapat berkonsentrasi menghadapi kompetisi.
Chef de Mission Tim Indonesia Todotua Pasaribu menilai perjuangan di Asian Games merupakan kerja bersama. Atlet menjadi ujung tombak, tetapi mereka membutuhkan dukungan dari berbagai unsur yang berada di belakangnya.
“Bagi kami, ini berbicara gengsi negara, nama baik negara, sehingga pertarungan ini bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik bagi Merah Putih,” kata Todotua.
Menurut Todotua, KBRI, KOI, Kemenpora, tim pendukung, atlet, dan ofisial memiliki peran masing-masing dalam perjalanan Kontingen Indonesia di Jepang. Ia berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan sehingga atlet bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal.
“Semoga keinginan Presiden, dan seluruh masyarakat Indonesia, kita yang berada di sini harapan besar, tidak hanya atlet dan ofisial. Tentunya semua yang ada di sini bisa mendukung sehingga para atlet kita bisa memberikan yang terbaik bagi Merah Putih,” tuturnya.
Dengan pertandingan sudah dimulai, perhatian kini beralih kepada para atlet. Saat mereka bersiap menghadapi lawan di arena, tim pendukung dan perwakilan Indonesia di Jepang menjalankan peran di belakang layar.
Bagi kontingen yang berada jauh dari Tanah Air, dukungan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan di Asian Games tidak hanya dilakukan oleh mereka yang bertanding, tetapi juga oleh banyak pihak yang memastikan para atlet dapat menjalankan tugasnya selama berada di Jepang.(knu)
Baca juga:
Viral Porsi Makanan di Perkampungan Atlet Asian Games 2026 Jadi Sorotan