Pulihkan Ekosistem Akibat Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di DAS Rengas Aceh Tamiang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Pulihkan Ekosistem Akibat Bencana, Ribuan Pohon Ditanam di DAS Rengas Aceh Tamiang

Penanaman pohon di DAS Rengas Aceh Tamiang.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bencana yang melanda Kawasan Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir 2025, mendorong Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi) dan Perkumpulan Pekebun Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri), berkolaborasi melakukan pembibitan dan penanaman berbagai jenis pohon untuk memulihkan ekosistem dari bencana ekologis.

Sejak Maret 2026, petani sawit swadaya yang bergabung melakukan pembibitan sekitar 5.000 bibit tanaman. Bibit yang disemai di lahan terdiri 14 jenis tanaman buah dan tanaman keras, mulai dari 1.500 batang durian, 800 batang alpukat, 500 batang mangga, jambu madu, duku, kelengkeng, jengkol, matoa, manggis hingga tanaman endemik bernilai ekologis tinggi seperti, kemiri, dan mahoni, kayu manis,

Puncak dari inisiatif ini adalah pada Minggu, 26 Juli 2026, di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang, disulap menjadi pusat aksi penanaman pohon serentak. Tidak hanya ditanam di pekarangan rumah penduduk, bibit-bibit tersebut menyebar ke titik-titik krusial penyangga lingkungan seperti sempadan sungai Pantai Dusun Rengas (DAM Rengas), sekolah dasar, taman kanak-kanan, area jalan desa, hingga menyentuh kawasan perhutanan sosial di sekitar Kawasan Ekososistem Lauser.

Penanaman pohon merangkul berbagai elemen seperti perangkat desa, guru, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kelompok tani hutan, serta Perwakilan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), untuk bersatu dan berkolaborasi untuk memulihkan sempadan sungai yang abrasi, merehabilitasi area-area kritis yang rentan terhadap bencana ekologis.

Baca juga:

Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang

Ketua Fortasbi Sutiyana menegaskan, penanaman pohon adalah langkah taktis wujud nyata penerapan praktik pertanian regeneratif yang memadukan prinsip keberlanjutan dan mitigasi perubahan iklim. Penghijauan akan terus didorong untuk menjadi contoh praktik keberlanjutan tingkat lanjut pasca sertifikasi,

"Keberadaan perkebunan sawit swadaya bukan hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tapi juga bisa merawat dan mempertahankan keanekaragaman hayati, serta mengelola lingkungan seperti sempada sungai," katanya.

Kepala Desa Sumber Makmur Salihin mengapresiasi langkah Pesatri dan Fortasbi untuk mengihijaukan wilayah desa dan sempada sungai dengan tamanan keras dan buah-buahan, yang akan bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat di Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang.

"Kami senang dengan program ini, bukan hanya akan mengurangi dampak kerusakan lingkungan terutama sempadan sungai yang terkena abrasi, tapi juga bisa dimanfaatkan warga dengan ditaman di pekarangan rumah, serta fasilitas sosial, halaman sekolah dan kantor desa yang nanti jadi teduh dan buahnya bisa dimanfaatkan," ungkapnya.

Ketua Pesatri Langkat Ginting mengungkapkan, yang dikerjakan para petani Pesatri di Aceh Tamiang dan Fortasbi mengirimkan pesan kuat, jika petani sawit swadaya mampu beradaptasi, berinovasi, dan menjaga lingkungan.

"Kami berharap langkah kecil ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan Aceh Tamiang, yang tahun lalu (2025) mengalami bencana," ungkapnya.

#Bencana Alam #Perubahan Iklim #Aceh Tamiang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
BNPB mencatat 1.730 bencana alam melanda Indonesia sejak Januari hingga 7 September 2026. Banjir dan karhutla mendominasi, 111 ribu rumah rusak, ribuan fasilitas publik terdampak.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Alam Hantam Indonesia Sejak Januari, Terbanyak Masih Banjir
Indonesia
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Kerusakan meluas ke sarana publik, mencakup 2.361 unit fasilitas pendidikan, 867 unit rumah ibadah, 230 unit fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, 751 unit perkantoran, serta 92 unit jembatan terputus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
1.730 Bencana Landa Indonesia Sampai September 2026, Bencana Hidrometeorologi Mendoninasi
Bagikan