Merahputih.com - Pro kontra penggunaan talcum powder atau bedak tabur muncul di sosial media. Sebab terdapat klaim bahwa bedak tabur dapat menyebabkan kanker. Lantas, benarkah anggapan tersebut?
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) dalam laman cancer.org menyebutkan bahwa talcum powder mengadung karsinogen atau zat yang dapat memicu kanker. "IARC mengklasifikasikan talc yang mengandung asbes sebagai karsinogenik bagi manusia," kata IARC yang dikutip Kamis (11/7).
Bedak tabur sejatinya berbahan talc, mineral yang sebagian besar terdiri dari magnesium, silikon, dan oksigen. Talc dalam bentuk bedak berguna menyerap kelembapan dengan baik dan membantu mengurangi gesekan, sehingga berguna untuk menjaga kulit tetap kering dan membantu mencegah ruam.
Adapun yang membuat talc digarisbawahi IARC sebagai pemicu kanker karena didalamnya terkandung asbes. Namun, di sisi lain IARC mengklasifikasikan talc inhalasi tanpa kandungan asbes tidak dapat diklasifikasikan sebagai penyebab kanker.
Baca juga:
Cara Bedakan Penggunaan Kompres Dingin dan Hangat saat Demam
Risiko kanker yang ditimbulkan dari bedak tabur ini di antaranya penyakit kanker ovarium. Hal ini bisa terjadi apabila partikel bedak tersebut dioleskan pada area genital atau pada pembalut perempuan.
Kemudian, risiko penyakit kanker paru-paru juga meningkat pada pekerja yang bekerja di pabrik talc. Namun, talc yang sudah dikemas menjadi produk bedak, tidak membuat pemakainya berisiko terkena penyakit paru-paru.
WebMD mengungkapkan perusahaan kosmetik perlu untuk hati-hati memilih lokasi pembuatan produk bedak dan menguji talc mereka secara teratur, untuk memastikan tidak ada kandungan asbes.
Di Amerika sendiri sejak tahun 1976, sudah mengeluarkan pedoman bahwa semua produk kosmetik AS harus bebas dari asbes dalam jumlah yang terdeteksi. (tka)