Bedak Tabur Tingkatkan Risiko Kanker? ini Faktanya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 11 Juli 2024
Bedak Tabur Tingkatkan Risiko Kanker? ini Faktanya

Ilustrasi bedak talc. (Foto: Unsplash/Adrien Olichon)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pro kontra penggunaan talcum powder atau bedak tabur muncul di sosial media. Sebab terdapat klaim bahwa bedak tabur dapat menyebabkan kanker. Lantas, benarkah anggapan tersebut?

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) dalam laman cancer.org menyebutkan bahwa talcum powder mengadung karsinogen atau zat yang dapat memicu kanker. "IARC mengklasifikasikan talc yang mengandung asbes sebagai karsinogenik bagi manusia," kata IARC yang dikutip Kamis (11/7).

Bedak tabur sejatinya berbahan talc, mineral yang sebagian besar terdiri dari magnesium, silikon, dan oksigen. Talc dalam bentuk bedak berguna menyerap kelembapan dengan baik dan membantu mengurangi gesekan, sehingga berguna untuk menjaga kulit tetap kering dan membantu mencegah ruam.

Adapun yang membuat talc digarisbawahi IARC sebagai pemicu kanker karena didalamnya terkandung asbes. Namun, di sisi lain IARC mengklasifikasikan talc inhalasi tanpa kandungan asbes tidak dapat diklasifikasikan sebagai penyebab kanker.

Baca juga:

Cara Bedakan Penggunaan Kompres Dingin dan Hangat saat Demam

Risiko kanker yang ditimbulkan dari bedak tabur ini di antaranya penyakit kanker ovarium. Hal ini bisa terjadi apabila partikel bedak tersebut dioleskan pada area genital atau pada pembalut perempuan.

Kemudian, risiko penyakit kanker paru-paru juga meningkat pada pekerja yang bekerja di pabrik talc. Namun, talc yang sudah dikemas menjadi produk bedak, tidak membuat pemakainya berisiko terkena penyakit paru-paru.

WebMD mengungkapkan perusahaan kosmetik perlu untuk hati-hati memilih lokasi pembuatan produk bedak dan menguji talc mereka secara teratur, untuk memastikan tidak ada kandungan asbes.

Di Amerika sendiri sejak tahun 1976, sudah mengeluarkan pedoman bahwa semua produk kosmetik AS harus bebas dari asbes dalam jumlah yang terdeteksi. (tka)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan