MerahPutih Fashion - Garut memang memiliki banyak koleksi batu alam, namun kini ada satu batu yang sedang jadi banyak perbincangan khalayak penggemar batu, yaitu Batu Hijau Garut. Batu akik ini berasal dari Kecamatan Bungbulang. (Baca: Black Golden Saphire Star, Pengikat Dua Hati di Hari Valentine)
Batu ini memang sedang sangat populer, karena banyak masyarakat dari beberapa wilayah di Garut Selatan mengenakan batu cincin asli Garut ini. Karena kepopulerannya, banyak masyarakat Kecamatan Bungbulang, Garut, menjadikan pertambangan batu Hijau Garut sebagai mata pencarian utamanya. Kini bahkan anda dapat dengan sangat mudahnya mencari Batu Hijau Garut di Kecamatan Bungbulang, dengan mudahnya anda akan menemukan pengrajin dan penjual batu akik.
Batu Hijau Garut memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena proses penggaliannya yang cukup sulit dan sangat langka untuk ditemukan. Proses penggaliannya sangat menyita waktu, sekali penggalian rata-rata memakan waktu antara satu hingga dua tahun dengan kedalaman ratusan meter. Oleh karena tingkat kesulitannya, maka tidaklah heran jika batu Hijau Garut cukup langka dan terbilang sangat mahal.
Batu Hijau Garut merupakan keluarga kuarsa yang memiliki sususnan mikrokristal. Dalam dunia Gemology, batu ini memiliki nama Chrysopase Chalcedony, batu Hijau Garut memiliki warna hijau kebiruan sampai hijau tua. Bedanya dengan batu Bacan adalah asal tempat penambangan dan perbedaan susunan kimia oleh karena faktor geologis yang berbeda. (Baca: Batu Giok Aceh: Bio Solar yang Indah)
Kabarnya, keindahan Batu dengan harga hingga Rp 5.000.000 ini tersiar hingga negeri seberang seperti Taiwan dan Korea. Banyak wisatawan dari kedua negara tersebut datang ke Indonesia khusus untuk mencari dan mengoleksi batu jenis ini.