Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Bandang di Banyuresmi Garut, BPBD Kerahkan Tim Gabungan Tanggulangi Dampak

Frengky AruanFrengky Aruan - Jumat, 31 Oktober 2025
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Banjir Bandang di Banyuresmi Garut, BPBD Kerahkan Tim Gabungan Tanggulangi Dampak

Sejumlah petugas membersihkan lingkungan yang terdampak banjir di Desa Sukalaksana, dan Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Polres Garut)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir bandang di Kecamatan Banyuresmi. Hal ini seperti disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Jumat (31/10).

Banjir bandang menyusul hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (30/10) siang. Menyebabkan aliran sungai dari perbukitan meluap dan menerjang kawasan permukiman warga di Desa Sukalaksana dan Desa Sukaraja di Kecamatan Banyuresmi.

Kepala Desa Sukalaksana Kecamatan Banyuresmi Cepi Munawar mengatakan bahwa banjir bandang yang terjadi kali ini cukup besar, menyebabkan warga yang rumahnya terdampak banjir harus mengungsi ke tempat aman.

Banjir bandang hanya menyisakan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai dan juga lingkungan kotor akibat sisa lumpur banjir yang saat ini oleh petugas gabungan sedang dibersihkan.

"Tim BPBD Kabupaten Garut terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan, pendataan, dan penanganan,” kata Aah Anwar dikutip dari Antara.

Baca juga:

Aksi Pasukan Biru Menyedot Air Banjir Basement Jalan Raya Kemang Jaksel

"Unsur Forkopimcam Banyuresmi bersama perangkat desa dan masyarakat setempat berupaya melakukan pembersihan sampah di area jembatan yang tersumbat serta memastikan aliran Sungai Cibuyutan kembali lancar," katanya.

Selain itu, BPBD telah menyiapkan bantuan logistik untuk kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak, perlengkapan tidur, kemudian menurunkan alat berat untuk mempercepat pengangkutan lumpur maupun sampah.

Banjir bandang tersebut, lanjutnya, menyebabkan 60 rumah dan satu mushala terdampak di Kampung Babakan Wetan, kemudian 24 rumah dan masjid di Kampung Sarianteun, serta 13 rumah, satu masjid, dan fasilitas pendidikan SMPN 3 Banyuresmi di Kampung Lio, dan 24 rumah terendam di Kampung Cibuyutan.

"Kejadian ini menggenangi beberapa petak kebun dengan ketinggian sekitar 50 centimeter sampai dengan 100 centimeter," katanya.

Ia menyampaikan kejadian banjir itu disebabkan beberapa faktor yang berawal dari hujan deras, kondisi saluran yang tidak mampu menampung debit air, kemudian jembatan yang dibuat warga terlalu pendek sehingga menyumbat sampah yang akhirnya meluap ke permukaan.

Kejadian banjir di daerah itu, kata dia, bukan yang pertama. Sebelumnya sudah beberapa kali terjadi saat musim hujan dan saat ini diperparah karena sedimentasi Sungai Cibuyutan.

"Peristiwa serupa telah beberapa kali terjadi di lokasi tersebut, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut," katanya.

#Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #Garut #Banjir Bandang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
  2.000 Orang Dilaporkan Hilang dalam Banjir Bandang Nepal, Banyak Merupakan Wisatawan
Dunia
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Tim penyelamat masih menemukan jenazah di antara timbunan puing dan lumpur.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
 Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Dunia
4.000 Personel Militer Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Nepal, 100 Warga China Masih Hilang
Kedutaan Besar China di Nepal saat ini sedang melakukan verifikasi lebih lanjut dengan pemerintah Nepal.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
4.000 Personel Militer Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang di Nepal, 100 Warga China Masih Hilang
Dunia
Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Sebagian besar bagian ujung gletser runtuh dan memicu peristiwa tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
   Ahli Iklim Sebut Gletser yang Runtuh Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Dunia
Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
 Banjir Bandang Nepal, 95 Orang Tewas dan 403 Orang masih Hilang
Dunia
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Tibet melaporkan adanya banyak korban dan sejumlah orang hilang di wilayah Gyirong yang berbatasan dengan Nepal setelah tanah longsor menghantam sebuah jalur penyeberangan antara China dan Nepal.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Banjir Bandang Terjang Nepal, Jalan, Jembatan, dan Proyek Pembangkit Listrik Rusak
Indonesia
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
BNPB memperbarui data korban gempa NTT, Sabtu (15/8). Sebanyak 14 orang meninggal dunia, kemudian 13 lainnya luka-luka.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Korban Gempa M7,7 NTT Bertambah, BNPB Catat 14 Orang Meninggal Dunia
Indonesia
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran terasa hingga Garut. BPBD Garut langsung menyisir pesisir pantai untuk mendeteksi dampak dan kerusakan. Warga panik berlarian keluar rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Indonesia
12 Kecamatan di Tangerang Alami Krisis Air Akibat Kekeringan
BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
12 Kecamatan di Tangerang Alami Krisis Air Akibat Kekeringan
Bagikan