MerahPutih.com - Pemerintah bergerak cepat merespons dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, memastikan pihaknya segera membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi serta menghitung dampak kerusakan secara menyeluruh di wilayah terdampak.
Selain itu, BNPB juga menginstruksikan seluruh jajaran di daerah agar bergerak cepat menjangkau masyarakat terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Suharyanto menegaskan, kepala pelaksana BPBD provinsi dan kabupaten/kota bersama TNI dan Polri diminta segera turun ke lapangan untuk mendata kondisi warga serta memberikan informasi yang akurat.
“Di sisi lain, apabila ada masyarakat terdampak yang mendapat kesusahan atau asetnya atau rumahnya rusak, segera bisa dilaporkan dan dilakukan penggantian,” ujar Suharyanto, yang dikutip Jumat (3/4).
Baca juga:
Setelah Gempa Magnitude 7,6, Malut Diguncang 29 Gempa Susulan
Seiring laporan adanya korban jiwa dan potensi korban lain yang masih perlu dievakuasi, upaya pencarian dan pertolongan langsung disiapkan oleh tim gabungan.
Pemerintah pusat, lanjut Suharyanto, juga akan segera turun langsung ke lokasi terdampak guna memastikan proses penanganan berjalan optimal dan terkoordinasi.
“Sesuai petunjuk Bapak Presiden lewat Sekretaris Kabinet, kami tim gabungan dari pusat di bawah koordinasi BNPB ini akan segera hadir, baik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” tegasnya.
Baca juga:
Gempa M 7,6 Guncang Sulut–Malut, BMKG Ungkap Penyebab dan Potensi Tsunami
Setibanya di lokasi, tim gabungan akan menggelar rapat lanjutan bersama seluruh pihak terkait untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih rinci.
“Ini adalah rapat awal nanti sesampainya kami disana kita akan rapat lebih rinci dan detail untuk membahas, untuk menemukan dan untuk menyelesaikan segala permasalahan penanggulan bencana yang ada di daerah,” kata Suharyanto. (Asp)