MERAHPUTIH.COM - GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Jepang Selatan Selasa (28/7). Gempa dahsyat itu menyebabkan pemadaman listrik di puluhan ribu rumah dan merusak jalan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih menilai besarnya dampak gempa di wilayah yang pernah dilanda bencana mematikan satu dekade lalu.
"Kami telah menerima laporan adanya korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah, serta terdapat kerusakan pada jalan, jembatan, dan runtuhnya sejumlah bangunan," kata Takaichi kepada wartawan di Tokyo, dikutip The Korea Times.
NHK melaporkan satu rumah sakit menangani lebih dari 50 korban luka, sedangkan rumah sakit lain merawat sekitar 40 korban, termasuk 10 orang dalam kondisi serius. Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan mengalami luka-luka saat gempa terjadi. Rekaman NHK juga menunjukkan beberapa bangunan lain mengalami kebakaran atau runtuh sebagian. Retakan besar muncul di sejumlah jalan utama, termasuk jalan layang. Layanan kereta api dihentikan sementara dan sejumlah penerbangan dibatalkan.
Perusahaan teknologi seperti TSMC, Sony Group, dan Fujifilm mengevakuasi para pekerja dari fasilitas mereka di wilayah terdampak. Produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron menghentikan operasional dua pabrik mereka di Kumamoto hingga Rabu. Honda juga menghentikan sementara produksi di pabrik sepeda motornya di wilayah tersebut.
Episentrum gempa berada sekitar 20 kilometer di selatan Kota Kumamoto, kota terbesar di Kyushu bagian tengah yang berpenduduk sekitar 700.000 jiwa.
Pejabat Badan Meteorologi Jepang mengingatkan warga di wilayah terdampak agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa kuat selama sekitar satu pekan mendatang, termasuk risiko tanah longsor.
Peringatan Tsunami Dicabut
Jepang yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) merupakan salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia dan mengalami sekitar 20 persen gempa berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih yang terjadi secara global.
Peringatan tsunami sempat dikeluarkan segera setelah gempa kini telah dicabut.
Perusahaan listrik Kyushu Electric Power melaporkan sekitar 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik akibat gempa. Operator kereta JR Kyushu menghentikan seluruh layanan, termasuk kereta cepat Shinkansen. Bandara Kumamoto juga menutup landasan pacunya sehingga sejumlah penerbangan dialihkan atau dibatalkan.
Operator telekomunikasi KDDI dan Docomo melaporkan gangguan layanan telepon seluler akibat pemadaman listrik dan kerusakan jaringan transmisi.
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ditemukan adanya kelainan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut.
Gempa besar yang melanda Kumamoto pada 2016 menewaskan 275 orang, melukai 2.739 orang, serta merusak ribuan bangunan, termasuk Kumamoto Castle yang menjadi salah satu destinasi wisata utama. Akibat gempa terbaru ini, sebagian dinding batu kastel tersebut kembali dilaporkan runtuh.
Dengan ribuan rumah masih mengalami pemadaman listrik hingga malam hari, pemerintah juga memperingatkan warga mengenai risiko serangan panas (heatstroke), mengingat suhu diperkirakan mencapai 34 derajat celsius pada Rabu.(dwi)

