MERAHPUTIH.COM – PERSIAPAN kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menghadapi tantangan tak terduga. Banjir dan cuaca ekstrem yang melanda Nagoya, Jepang, membuat sejumlah aktivitas masyarakat dan layanan publik di wilayah tersebut ikut terdampak.
Situasi itu menjadi perhatian NOC Indonesia dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, mengingat ajang Asian Games 2026 dijadwalkan dimulai pada 19 September atau tinggal sekitar 10 hari lagi.
CdM Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Todotua Pasaribu mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di Nagoya sekaligus berkomunikasi dengan pihak terkait di Jepang. Menurut Todotua, dampak banjir cukup luas.
Bukan hanya aktivitas yang berkaitan dengan pertandingan yang terganggu, melainkan juga berbagai pelayanan publik di wilayah tersebut.
“Memang terjadi situasi major di Nagoya akibat banjir. Hari ini otoritas pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan untuk me-lock sementara berbagai kegiatan di Nagoya,” kata Todotua dalam pengukuhan Tim Indonesia di Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).
Baca juga:
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026, Janjikan Bonus Rp 3 Miliar untuk Emas
Sejumlah fasilitas publik, termasuk rumah sakit dan sekolah, turut terdampak kondisi tersebut. Situasi ini juga membuat tim Indonesia harus memastikan kembali kesiapan tempat latihan bagi atlet yang sudah berada di Jepang.
“Impact-nya bukan hanya kepada kita, tetapi kepada semua yang hadir di sana. Bukan hanya venue olahraga, melainkan juga pelayanan umum seperti rumah sakit, sekolah, dan kegiatan lainnya,” ujar Todotua.
Oleh karena itu, NOC Indonesia bersama tim CdM terus mencari solusi, terutama untuk memastikan kebutuhan latihan atlet tetap dapat terpenuhi tanpa mengabaikan faktor keselamatan. “Kami terus berkomunikasi dengan tim yang ada di sana untuk mencari solusi, termasuk tempat latihan,” katanya.
Todotua menegaskan kondisi yang terjadi di Nagoya merupakan situasi darurat atau force majeure. Pihak Indonesia, kata dia, tetap menghormati sekaligus mendukung langkah otoritas Jepang dalam menangani dampak banjir.
“Ini memang situasi major dan force majeure, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Prinsip kami yakni tetap mendukung sekaligus memonitor situasi di lapangan,” ucapnya.(knu)
Baca juga:
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya