MerahPutih.com- 180 Personel militer dari Jepang membantu pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama pertahanan komprehensif atau Defence Cooperation Arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang yang ditandatangani pada 4 Mei 2026.
Dalam kerja sama tersebut, salah satu ruang lingkup utamanya mencakup pengelolaan bencana, termasuk Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Kerja sama tersebut bersifat kemanusiaan dan perlu dipandang dalam kerangka diplomasi secara utuh.
Siaran pers Badan Komunukasi Pemerintah (Bakom) RI menjelaskan, para personel dari Jepang itu saat ini sudah berada di Pontianak. Keberadaan mereka di sana untuk memeriksa fasilitas pendukung helikopter karena Pontianak direncanakan akan menjadi pangkalan heli CH-47 Chinook.
Helikopter tersebut juga merupakan salah satu bantuan yang dikirim pemerintah Jepang kepada pemerintah Indonesia untuk menangani karhutla. Dengan adanya helikopter tersebut, diharapkan proses pemadaman api menggunakan metode water bombing dapat dilakukan dengan lebih maksimal. Helikopter tersebut kini dalam perjalanan menuju Kalimantan dan diperkirakan sampai pada Rabu (9/9).
Baca juga:
3 Helikopter Chinook Jepang Bantu Padamkan Karhutla RI, Target Operasi 12-19 September 2026
Pemerintah menegaskan tetap memegang kendali penuh atas operasi penanganan karhutla di Indonesia. Pemerintah memastikan aset dan personel Jepang berperan sebagai unsur pendukung, sementara pelaksanaan misi tetap terintegrasi dalam mekanisme operasi pemerintah Indonesia.
Jadi, seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan. Bantuan Jepang kemudian diintegrasikan dengan seluruh operasi penanganan karhutla yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia,
kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo,