Soroti Dugaan Intimidasi Warga di Garut, Anggota DPR Minta Perangkat Desa Jangan Antikritik
Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah. (Foto: Dok. Media DPR)
MerahPutih.com - Anggota DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, meminta seluruh perangkat desa untuk bersikap terbuka terhadap kritik dari warga, termasuk kritik terkait pengelolaan dana desa. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari kontrol publik demi terwujudnya pembangunan desa yang lebih baik.
Pernyataan tersebut disampaikan Imas menyusul dugaan intimidasi yang dialami seorang warga oleh keluarga Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Intimidasi itu diduga terjadi setelah warga menyampaikan kritik mengenai kondisi jalan desa yang rusak, meskipun terdapat alokasi dana desa.
“Kritik itu obat, bukan malah dianggap sebagai masalah. Karena itu, saya sangat menyesalkan adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang menyuarakan keinginannya agar jalan desa diperbaiki. Sikap seperti ini tidak seharusnya diterima oleh masyarakat,” ujar Imas di Garut, Senin (5/1).
Baca juga:
Kementerian Desa Berharap Dana Desa Tidak Ganggu Pengembalian Kredit Koperi Merah Putih
Menurut Imas, setiap permasalahan di desa seharusnya disikapi dengan dialog yang sehat dan beretika, bukan dengan ancaman, ujaran kebencian, ataupun tindakan intimidatif.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jika memang ada problem, hadapi dengan keterbukaan dan musyawarah, bukan dengan cara-cara yang mencederai etika dan demokrasi,” tambahnya.
Selain itu, Imas menekankan pentingnya transparansi dan optimalisasi penggunaan dana desa. Menurutnya, pengelolaan dana desa yang baik, akuntabel, dan terbuka akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kalau fasilitas desa baik dan dana desa dimanfaatkan secara maksimal serta transparan, saya yakin warga dengan sendirinya akan merasa bahagia dan percaya pada pemerintah desanya,” pungkasnya.
Baca juga:
DPR Siap Fasilitasi Antam Kelola Ribuan Hektar Tambang Emas Garut, Asal Jangan Dikorupsi
Sebelumnya, seorang warga Garut, Holis Muhlisin, mengalami intimidasi dari beberapa orang yang diduga keluarga Kepala Desa Panggalih usai mengkritik jalan rusak.
Holis sempat membagikan video intimidasi tersebut di akun Facebooknya, memperlihatkan kerah bajunya diremas pelaku hingga menunjukkan gestur ingin memukul.
“Rek anaonan didinya babarawakan cing sok? Hayang tenar didinya? Dek ngajago di media sosial? hayang kumaha? (dalam rangka apa anda teriak-teriak coba? Kamu mau terkenal? Mau ngejago di media sosial?)" ucap pelaku dalam video itu. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Soroti Dugaan Intimidasi Warga di Garut, Anggota DPR Minta Perangkat Desa Jangan Antikritik
Kemenag Samakan Antrean Haji Nasional, DPR Pastikan Daerah yang Kuotanya Turun Akan Kembali Normal
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
Wakil Ketua DPR Dasco Dikabarkan Konsolidasikan Dukungan Pilkada Oleh DPRD
DPR Desak Investigasi Detail Terkait Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo
DPR Ingatkan Risiko Kekacauan jika Aparat tak Siap Jalankan KUHP-KUHAP Baru
Kasus Nenek Elina di Surabaya, DPR Minta Polisi Tidak Premanisme Berkedok Ormas
Penyandang Disabilitas Wicara Dirundung, DPR Sebut Masih Rendahnya Pemahaman dan Empati
Program dan Kawasan Transmigrasi Harus Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Minta Program MBG Disetop Selama Libur Sekolah, Fokus ke Ibu Hamil Saja