Warga Marah Kawasan Perhutanan Sosial Gunung Cikuray Dibuka Jadi Jalur Off Road, Segera Lapor Polisi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Warga Marah Kawasan Perhutanan Sosial Gunung Cikuray Dibuka Jadi Jalur Off Road, Segera Lapor Polisi

Perhutanan sosial

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Berkah Tani di Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu yang mengelola kawasan hutan Perhutanan Sosial di kawasan Gunung Cikuray, Sabtu (12/7/2025) merasa geram dan marah setelah lahan hutan dibawah pengelolaannya digunakan kegiatan off road tanpa ijin.

"Saat kita melakukan pengukuran lapangan di kawasan hutan yang kita kelola, ternyata digunakan kegiatan off road tanpa ijin," kata Hendra Anggara, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa Berkah Tani Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu dalam keterangannya, Sabtu (12/7).

Ia memaparkan, sebagai lembaga yang diberi mandat untuk mengelola kawasan hutan lewat skema Perhutanan Sosial oleh Kementerian Lingkungan Hidup, pihaknya merasa kecolongan, apalagi para pelaku off road menebas kawasan hutan dan membawa mobil masuk ke sungai kecil yang jadi sumber air warga di perkampungan hingga air sungai yang jernih menjadi kotor.

"Kita akan membuat laporan resmi ke polisi atas perusakan kawasan hutan yang dilakukan para peserta off road," jelas Hendra.

Luas kawasan hutan dibawah pengelolaan kelompoknya yang digunakan masih dihitung pihaknya. Namun, yang pasti para peserta off road telah membuka jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan cara membabat hutan dan menyeberangi sungai. Lokasinya ada di koordinat -7.342146, 107.896246, blok Pasir Kiara Desa Sukamurni.

Akibat aktivitas off road di kawasan hutan Perhutanan Sosial tersebut, ada beberapa pelanggaran yang dilakukan diantaranya pembukaan lahan tanpa ijin, penebangan pohon tanpa ijin dan menyebabkan kerusakan berupa hilangnya tutupan vegetasi asli, gangguan terhadap keanekaragaman hayati, kerusakan sumber air bersih warga hingga ancaman terhadap mata pencaharian masyarakat.

"Sebagai pengelola kawasan, kita punya tanggung jawab menjaganya, kita juga tidak mau nanti disalahkan, makanya besok kita membuat laporan resmi ke pihak kepolisian," katanya. (*)

#Hutan #Garut #Perhutanan Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Kepolisian telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Indonesia
Negara Kembali Ambil 259.230,73 Hektare Lahan Lewat Satgas PKH
Satgas PKH dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Perpres tersebut ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 21 Januari 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Negara Kembali Ambil 259.230,73 Hektare Lahan Lewat Satgas PKH
Indonesia
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui berbagai sumber informasi.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Oknum ASN hingga Sejumlah Korporasi Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Indonesia
ICW Buka 56 Kasus Korupsi Kehutanan ke Publik, Negara Rugi Rp 4,8 Triliun
ICW mengungkap 56 kasus korupsi kehutanan sepanjang 2010–2025 dengan kerugian negara Rp 4,8 triliun. Modus terbanyak penyalahgunaan wewenang. Simak detailnya.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
ICW Buka 56 Kasus Korupsi Kehutanan ke Publik, Negara Rugi Rp 4,8 Triliun
Indonesia
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
BNPB meminta warga mewaspadai karhutla. BNPB meminta jangan membuka lahan dengan cara membakar.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
BNPB Minta Warga Waspada Karhutla, Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar
Indonesia
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran terasa hingga Garut. BPBD Garut langsung menyisir pesisir pantai untuk mendeteksi dampak dan kerusakan. Warga panik berlarian keluar rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Indonesia
Satwa Dilindungi Kasturi Kepala Hitam, Kakatua Koki dan Nusu Bayan Diperjualbelikan di Facebook
Dari pemeriksaan di lokasi, tim menemukan tujuh ekor burung dilindungi yang diduga akan diperjualbelikan. MH beserta seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Satwa Dilindungi Kasturi Kepala Hitam, Kakatua Koki dan Nusu Bayan Diperjualbelikan di Facebook
Indonesia
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Kabar miring perbuatan noda oknum pimpinan pesantren tersebut sempat menyulut emosi massa sekitar lingkungan lembaga pendidikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 18 Mei 2026
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Indonesia
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap Indonesia berhasil menekan karhutla hingga 86 persen dalam satu dekade terakhir saat forum PBB di New York.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Bagikan