MerahPutih Nasional- Bantuan alat detektor berupa submersible capsule dari negara Rusia, belum juga digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban dan serpihan-serpihan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh diperairan Kalimantan, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Belum dipakainya. Submersible capsule tersebut karena terkendala arus di bawah laut.
Kepala Basarnas Pusat, Marsekal Madya, FHB Soelistyo mengatakan, meski cuaca dalam keadaan kondusif submersible capsule tidak bisa dipergunakan karena arus bawah laut saat ini berada pada kisaran 2-4 knot. "Ini arusnya kuat. Belum-belum (dipake). Ini bukan enggak bisa ya," katanya di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (5/15).
Ia menjelaskan bahwa alat tersebut itu layaknya semacam robot. Kecanggihan alat yang diperbantukan negara Rusia ini, kata dia, cukup canggih untuk mendeteksi keberadaan jasad maupun serpihan-serpihan pesawat jurusan Surabaya-Singapura itu. Maka dari itu, kata Soelistyo, pihaknya ingin membeli alat detektor itu.
"Yang kita ingin itu man submersible. Yang dibawa Rusia itu robot bawah air, Un man submersible," pungkasnya. (HUR)