Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Bamsoet Ingatkan Partai Pendukung Pemerintah Tak Tekan Jokowi

Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Agustus 2019

Merahputih.com - Partai-partai politik pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin diharapkan bisa memberikan kesempatan kepada Presiden terpilih Joko Widodo untuk menggunakan hak prerogatifnya dalam penyusunan menteri kabinet.

"Setelah pemilu presiden selesai dan dimenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, saat ini partai-partai pengusung saling tarik-menarik kepentingan siapa mendapat apa, dan siapa mendapat berapa kursi di kabinet," ujar Ketua DPR, Bambang Soesatyo, Minggu (11/8).

BACA JUGA: Tim Sukses Bamsoet Umbar Dosa-Dosa Politik Airlangga, Demi Golkar-1

Namun, ia menilai wajar saja jika partai-partai koalisi yang telah bekerja keras bersama-sama memenangkan presiden petahana tersebut menuntut agar kursi kabinet adalah diberikan kepada partai pemenang.

Deklarasi Bamsoet maju dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar
Bambang Soesatyo (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/7/2019). (ANTARA News/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Di sisi lain, ada kepentingan bangsa yang lebih besar yang harus didahulukan oleh Presiden terpilih Joko Widodo, yakni terjaganya situasi politik nasional yang kondusif, agar rencana pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua dapat dituntaskan dengan baik.

"Pilihan rekonsilasi atau tidak, harus diletakkan pada kepentingan bangsa," ucapnya dikutip Antara.

BACA JUGA: Bamsoet Diklaim Sudah Dapat Dukungan 400 DPD Maju Jadi Ketum Golkar

Politisi Partai Golkar ini mengingatkan, partai-partai politik pengusung pasangan Jokowi-Amin, agar memberikan kesempatan penuh kepada Presiden terpilih menggunakan hak prerogatifnya dalam menentukan menteri kabinet.

"Kesempatan itu termasuk memberikan kesempatan kepada Presiden terpilih untuk memutuskan, rekonsiliasi terbatas atau tidak. Sebaiknya, partai-partai politik termasuk Partai Gerindra dan lain-lainnya siap mengawal dan bekerja dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi hingga 2024," tuturnya. (*)

Baca Artikel Asli