Bamsoet Tegaskan Komunikasi Intensif Pemerintah dan Partai Politik Kunci Pengesahan RUU Perampasan Aset

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 17 April 2025
Bamsoet Tegaskan Komunikasi Intensif Pemerintah dan Partai Politik Kunci Pengesahan RUU Perampasan Aset

Anggota komisi III DPR, Bambang Soesatyo. (Foto: dok. media MPR)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa kelanjutan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kini bergantung pada keputusan politik dari setiap fraksi di parlemen.

"Setelah Pemerintah, sebagai pihak yang berwenang dalam pembentukan undang-undang, menyerahkannya kepada DPR, maka selanjutnya adalah menantikan bagaimana sikap politik dari partai-partai yang ada di parlemen. Kita tunggu saja," ujar Bamsoet di Jakarta, Kamis (17/4).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini belum dapat memastikan posisi partainya terkait RUU tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan wewenang dan kebijakan Ketua Umum Partai Golkar.

Baca juga:

Pemerintah Akui Pembahasan RUU Perampasan Aset Terganjal Kekuatan Politik

"Hal serupa juga berlaku bagi partai-partai politik lainnya," imbuhnya.

Sebelumnya, pada tanggal 15 April, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Supratman Andi Agtas menyampaikan bahwa proses pengesahan RUU Perampasan Aset hanya memerlukan komunikasi yang intensif dengan berbagai kekuatan politik, terutama partai-partai politik.

"Ini adalah isu politik. Dibutuhkan komunikasi yang sungguh-sungguh dengan seluruh kekuatan politik, dalam hal ini partai-partai politik, untuk melanjutkannya," kata Supratman dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, pada hari Selasa (15/4).

Menurut Menkumham, Pemerintah akan melakukan komunikasi tersebut. Pemerintah sebelumnya juga telah mengajukan RUU Perampasan Aset pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menkumham menegaskan bahwa sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terhadap RUU ini tidak berubah.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap RUU Perampasan Aset.

Baca juga:

Prabowo Ngaku Sangat Geram Pada Koruptor, Tapi Soal Penyitaan Aset Begini Pandangannya

"Dan RUU ini sedang dalam pembahasan antar kementerian dan lembaga. Nantinya, pada waktu yang tepat, akan diajukan kembali," jelasnya.

Sebelum kembali diajukan ke parlemen, lanjut Menkumham, Pemerintah merasa penting untuk mencapai kesepakatan awal dengan kekuatan-kekuatan politik terkait RUU yang bertujuan untuk memiskinkan pelaku korupsi tersebut.

"Bagi Pemerintah, yang terpenting adalah memastikan adanya kesepakatan awal sebelum kami mengajukannya ke parlemen. Jadi, ini murni masalah politik," tegasnya.

#Bambang Soesatyo #DPR RI #Partai Golkar
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Curiga Program Magang Cuma Akal-akalan Perusahaan Cari Upah Murah, Buruh Tetap Terancam
Perusahaan dianggap memiliki celah untuk membuang pekerja lama demi efisiensi biaya melalui skema magang
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Januari 2026
DPR Curiga Program Magang Cuma Akal-akalan Perusahaan Cari Upah Murah, Buruh Tetap Terancam
Indonesia
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Indonesia mesti memiliki posisi moral dan politik yang kuat sebagai negara nonblok dan pengusung perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Komisi I DPR Minta Pemerintah Mainkan Peran Diplomasi Internasional, Cegah Perang Dunia III
Indonesia
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
Jika benar sebuah sekolah menerima program negara tanpa siswa yang nyata, ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bisa menjadi pelanggaran serius dalam dunia pendidikan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Januari 2026
Dugaan Siswa Fiktif Terima MBG Gegerkan Sampang, Legislator Tegaskan Wajib Diusut
Indonesia
Masa Transisi KUHP Baru Dinilai Rawan, DPR Wanti-Wanti Kekosongan Hukum
DPR mengingatkan potensi kekosongan dan ketidakpastian hukum di masa transisi penerapan KUHP Nasional, terutama pada ribuan perkara pidana berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Masa Transisi KUHP Baru Dinilai Rawan, DPR Wanti-Wanti Kekosongan Hukum
Indonesia
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Guna mengembalikan kepercayaan dunia, Bambang mendesak pemerintah segera membentuk polisi pariwisata khusus seperti yang telah sukses diterapkan di Malaysia dan Filipina
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Kalah Saing dengan Negara Tetangga dalam Urusan Pariwisata, DPR 'Semprot' Pemerintah
Indonesia
Nasib Hakim Luar Jawa Dianaktirikan, DPR Desak Aturan Karier Segera Disahkan
Safaruddin menyoroti adanya ketimpangan yang nyata antara hakim yang bertugas di Pulau Jawa dengan mereka yang berada di pelosok daerah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Nasib Hakim Luar Jawa Dianaktirikan, DPR Desak Aturan Karier Segera Disahkan
Indonesia
DPR Tegaskan Dana Haji Harus Steril Korupsi dan Dikelola Profesional
Iman menyarankan BPKH menggunakan otoritasnya untuk mengamankan fasilitas pelayanan di Arab Saudi jauh-jauh hari guna menekan harga
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Tegaskan Dana Haji Harus Steril Korupsi dan Dikelola Profesional
Indonesia
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Tak hanya soal navigasi, Lasarus juga menerima laporan mengenai riwayat teknis armada yang kurang prima
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
DPR Bongkar Keanehan Rute Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Maros
Indonesia
MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, DPR Soroti Penguatan Perlindungan Pers
MK memutuskan wartawan tak bisa langsung dituntut pidana atas karya jurnalistik. DPR menilai putusan ini memperkuat perlindungan hukum jurnalis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, DPR Soroti Penguatan Perlindungan Pers
Indonesia
Gedung Sekolah Hancur Diterjang Bencana, DPR Semprot Pemerintah: Jangan Biarkan Anak-anak Putus Sekolah
Hetifah mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk bergerak lebih taktis dalam mengeksekusi data kebutuhan di lapangan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 20 Januari 2026
Gedung Sekolah Hancur Diterjang Bencana, DPR Semprot Pemerintah: Jangan Biarkan Anak-anak Putus Sekolah
Bagikan