MerahPutih.com - Di balik kesuksesan besar Jerry Hermawan Lo, terdapat perjalanan panjang penuh perjuangan, kegagalan, dan keteguhan yang tidak banyak diketahui publik.
Founder JHL Group itu bukan lahir dari kemewahan ataupun jalan pintas menuju puncak bisnis. Ia memulai semuanya dari bawah, meniti kehidupan dengan keberanian merantau dan keyakinan bahwa kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.
Nama Jerry Hermawan Lo kini dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Namun jauh sebelum membangun berbagai lini bisnis besar, Jerry hanyalah seorang perantau dari Medan yang datang ke Jakarta pada 1972 dengan modal keberanian dan tekad untuk mengubah hidup.
Berbagai pekerjaan dan usaha pernah ia jalani demi bertahan hidup di ibu kota. Dari proses panjang itulah Jerry memegang filosofi hidup yang kemudian ia sebut sebagai “Panca Krida”, yakni kesempatan, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan loyalitas. Lima prinsip sederhana yang menjadi fondasi perjalanan bisnis sekaligus kepemimpinannya hingga hari ini.
Baca juga:

Jerry Hermawan Lo luncurkan buku The Art of Simple Leadership, Jumat (8/5). Foto: MerahPutih/Didik Setiawan
Ketangguhan Jerry mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh nasional dalam peluncuran buku keduanya bertajuk The Art of Simple Leadership di Grand Garuda Ballroom Episode Gading Serpong, Tangerang, Banten, Jumat (8/5).
Buku yang ditulis Steven Beteng dan diterbitkan Kompas itu menjadi ruang untuk merekam perjalanan hidup, nilai kepemimpinan, serta pandangan Jerry tentang arti perjuangan dan empati.
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa, menilai perjalanan hidup Jerry merupakan contoh nyata bahwa kesuksesan tidak pernah datang secara instan. Menurutnya, keberhasilan selalu lahir dari proses panjang yang ditempa oleh kerja keras dan mental yang kuat.
“Tidak ada keberuntungan dan kesuksesan itu datang tiba-tiba. Tetapi sebuah perjuangan yang panjang luar biasa yang didemonstrasikan oleh seorang Jerry Lo,” ujar Suharso di hadapan para tamu undangan.
Bagi Suharso, sosok Jerry menunjukkan bahwa seseorang dengan latar belakang sederhana tetap mampu tumbuh menjadi figur besar ketika memiliki ketekunan dan keberanian menghadapi tantangan hidup.
Baca juga:
Cerita Founder PT JHL International Otomotif Jerry Hermawan Lo Perkuat Kesejahteraan Atlet
Pandangan serupa juga disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir. Meski mengaku belum lama mengenal Jerry secara pribadi, Erick melihat satu nilai yang menurutnya paling menonjol dari seorang Jerry Hermawan Lo, yakni empati terhadap sesama.
Erick menilai keberhasilan seseorang tidak pernah berdiri sendiri. Di balik kesuksesan selalu ada dukungan banyak orang, dan menurutnya Jerry memahami hal itu dengan sangat baik.
“Kekuatan Pak Jerry itu empati,” kata Erick.
Ia kemudian menceritakan pengalaman yang membekas baginya ketika Jerry membantu legenda bulu tangkis Indonesia, Verawaty Fajrin. Meski tidak memiliki hubungan dekat, Jerry disebut tergerak membantu setelah mengetahui kondisi Verawaty melalui pemberitaan media.
“Akhirnya menolong dengan ikhlas sampai beli raketnya segala,” ujar Erick sambil tersenyum.
Bagi Erick, tindakan tersebut menunjukkan kualitas penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari pencapaian bisnis ataupun jabatan, tetapi juga dari kemampuan memahami dan peduli terhadap orang lain. Konsep yang terdengar sederhana, tetapi makin langka di dunia modern yang lebih sibuk menghitung valuasi dibanding nilai kemanusiaan.
Baca juga:
JHL Foundation Santuni Santri dan Yatim Piatu di Bogor, Beri Pesan Kepemimpinan untuk Masa Depan
Sementara itu, Anggota DPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai keberhasilan Jerry bukan hanya soal membangun perusahaan besar, melainkan juga menciptakan kehidupan bagi ribuan orang melalui lapangan pekerjaan yang dibukanya.
“Pak Jerry dulu muda penjual nasi uduk dan kue. Tapi hari ini dia bisa menghidupkan ribuan keluarga,” ujar Bamsoet.
Menurutnya, pengusaha seperti Jerry memiliki kontribusi besar bagi bangsa karena membantu menekan angka pengangguran sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Bamsoet bahkan menyebut para pengusaha sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” karena perannya dalam menjaga kehidupan banyak keluarga melalui dunia usaha.
Dalam pandangannya, perjalanan hidup Jerry menjadi refleksi penting di tengah dunia bisnis yang bergerak cepat dan penuh tekanan. Kepemimpinan, kata Bamsoet, tidak cukup dibangun dari kecerdasan bisnis semata, tetapi juga karakter, disiplin, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan memahami manusia.
Ia menilai filosofi “Panca Krida” yang diperkenalkan Jerry melalui buku The Art of Simple Leadership merupakan konsep kepemimpinan yang sederhana, tetapi memiliki kedalaman strategis.
“Kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh gelar akademik, melainkan oleh keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun kepercayaan, dan kemauan belajar tanpa henti,” kata Bamsoet.
Baca juga:
Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo Bangun 100 Rumah Permanen untuk Korban Bencana Sumatera
Peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni penerbitan karya baru, melainkan menjadi ruang refleksi tentang bagaimana perjalanan hidup seseorang dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang lain. Dari seorang perantau asal Medan hingga menjadi pengusaha yang terlibat dalam berbagai proyek berskala internasional, Jerry Hermawan Lo memperlihatkan bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam semalam.
Di tengah dunia yang sering memuja hasil akhir, kisah Jerry mengingatkan bahwa fondasi kesuksesan sejati justru lahir dari proses panjang, kegagalan yang dihadapi dengan kepala tegak, dan kemampuan tetap peduli terhadap sesama ketika berada di puncak. Karena pada akhirnya, bisnis bisa membangun perusahaan, tetapi empati lah yang membangun manusia. (Asp)