Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran

Wisnu Cipto - 1 jam, 8 menit lalu

MerahPutih.com – Serangan rudal Iran terbaru dilaporkan menimbulkan kerusakan besar terhadap fasilitas intelijen dan peralatan pengawasan milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

Konflik senjata antara Washington dengan Teheran itu sudah berlangsung sejak serangan pertama yang dimulai AS pada 28 Februari 2026 silam.

Baca juga:

China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara

Kerugian Miliaran Dolar AS

Dikutip Rabu (26/8), laporan NBC News menyebutkan tingkat kerusakan kali ini jauh lebih parah dibandingkan insiden yang pernah dialami badan intelijen AS sebelumnya.

Sumber NBC News mengungkapkan biaya pemulihan fasilitas dan peralatan intelijen tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.

Serangan itu disebut sebagai salah satu pukulan paling signifikan terhadap infrastruktur pengawasan AS di kawasan strategis Timur Tengah, sekaligus kerugian terbesar yang terjadi selama proses pertempuran dengan Iran.

Baca juga:

Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat

Tekanan Ekonomi AS ke Iran Berujung Pecahnya Konflik

Meski sebelumnya tidak terjadi permusuhan aktif, Washington memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Pecahnya konflik kedua negara bermula pada 28 Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal ke fasilitas militer dan intelijen AS.

Pada pertengahan Juni, kedua pihak sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian serangan kembali terjadi, menandakan rapuhnya kesepakatan yang diteken kedua negara. (*)

Baca Artikel Asli