MerahPutih.com - Antrean pembelian bahan bakar minyak, dalam beberapa pekan ini terus berlangsung dan semakin panjang, seperti di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kondisi ini, dikeluhkan masyarakat dan pemerintah daerah.
Terkait dengan antrean panjang seperti i Makassar, Sulawesi Selatan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia , menyampaikan stok BBM berada dalam batas minimal nasional, yakni 18–20 hari.
Dengan demikian, ia menegaskan tidak ada kelangkaan BBM. Antrean yang terjadi di Sulawesi Selatan, disebabkan oleh pihak-pihak yang menyalahgunakan BBM bersubsidi.
Antrean panjang terjadi karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak yang mengantre di pompa bensin hanya untuk ada maksud lain,
kata Bahlil.
Baca juga:
Antrean Beli BBM di Sulawesi Selatan Belum Terurai, Warga Protes Pembatasan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tegas ia, sedang menyiapkan aturan pembatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti pertalite dan biosolar, agar tepat sasaran.
Ya, memang kami lagi ada memformulasikan aturannya,
ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ketika ditemui setelah Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
BBM bersubsidi tersebut, kata Bahlil, ditujukan untuk masyarakat yang berhak atas subsidi.
Saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi. Karena itu kan BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,
ujar Bahlil.
Bahlil sebelumnya menyatakan rencana pengendalian pertalite bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10 masih menunggu validitas data agar penerapannya tidak salah sasaran. Ketepatan data desil tersebut yang saat ini sedang diperiksa oleh pemerintah.